Serangkaian Konferensi Menlu ASEAN Fokus pada Masalah Regional dan Tantangan Bersama
  2017-08-09 14:26:50  Kantor Berita Xinhua

XINHUA: Serangkaian Konferensi Menteri Luar Negeri ASEAN diselenggarakan di kota Manila, ibukota Filipina dari tanggal 2 hingga 8 bulan ini. Dalam Konferensi Menlu ASEAN, Konferensi Menlu ASEAN dengan Tiongkok, Jepang dan Korsel, Pertemuan Menlu Asia Timur dan Forum Kawasan ASEAN, Wakil-wakil dari 10 negara anggota ASEAN bertukar pendapat dengan wakil-wakil dari semua pihak mengenai perdamaian dan kestabilan kawasan, serta tantangan yang dihadapi bersama. Dalam konferensi tersebut terjadi bentrokan yang cukup hebat namun juga mencapai beberapa kesepahaman.

Hasil yang paling sukses dalam pertemuan kali ini adalah kerangka "Kode Tingkat Laku Laut Tiongkok Selatan". Atas usaha bersama Tiongkok dan negara-negara ASEAN, masalah Laut Tiongkok Selatan ditarik kembali ke jalur yang diselesaikan langsung oleh pihak terkait melalui dialog dan negosiasi.

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi yang menghadiri serangkaian konferensi tersebut pada dua hari yang lalu (7/8) menyatakan bahwa Komunike Bersama Menlu ASEAN setiap tahunnya akan ada pernyataan terkait masalah Laut Tiongkok Selatan, akan tetapi tahun ini terjadi perubahan. Pertama, isinya lebih sedikit daripada dulu; kedua, 10 negara anggota ASEAN mengakui hasil yang dicapai dalam kerja samanya dengan Tiongkok, dan kestabilan keadaan Laut Tiongkok Selatan, menyetujui kerangka "Kode Etik di Laut Tiongkok Selatan" yang disusun bersama dengan Tiongkok, serta menetapkan sikap positif dalam langkah mendorong konsultasi konkret selanjutnya.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Sampaikan Laporan di Depan Kongres Nasional ke-19 PKT
• Kongres Nasional ke-19 PKT Dibuka, Xi Jinping Minta PKT Memulai Perjuangan Membangun Negara Sosialis Modern
• Tiongkok Masuki Era Baru
• Bahasa Mandarin Jadi Bahasa Asing Kelima Prancis
• Korsel dan AS Akan Revisi Persetujuan Perdagangan Bebas Antara Kedua Negara
• Industri Mebel Tiongkok Tampil di Indonesia
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040