Arti Penting Tercapainya Kerangka "Kode Tingkah Laku LTS"
  2017-08-10 10:30:12  Kantor Berita Xinhua

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi seusai pertemuan menteri luar negeri Tiongkok dan ASEAN menyatakan, Tiongkok dan para menteri luar negeri ASEAN membenarkan sepenuhnya perkembangan positif situasi di Laut Tiongkok Selatan dewasa ini dan menyatakan rasa puas atas tercapainya kerangka "kode tingkah laku Laut Tiongkok Selatan".

Wang Yi mengatakan, hasil-hasil yang dicapai seperti menyepakati kerangka "kode tingkah laku Laut Tiongkok Selatan", menghidupkan lin panas diplomat senior keadaan darurat di atas laut telah menunjukkan bahwa Tiongkok dan negara-negara ASEAN mempunyai kecerdasan dan kemampuan untuk menangani dan mengontrol pertikaian, menyusun rancangan kawasan yang diakui bersama, memelihara perdamaian dan stabilitas di kawasan Laut Tiongkok Selatan.

Dalam pernyataan bersama Menlu ASEAN yang dikeluarkan pada hari Minggu (6/8), para menteri luar negeri ASEAN menyatakan "sambutan hangat" atas tercapainya resmi kerangka "kode tingkah laku Laut Tiongkok Selatan" oleh Tiongkok dan ASEAN, mereka menyadari bahwa sebagai laut damai, stabil dan makmur, Laut Tiongkok Selatan bermanfaat bagi berbagai pihak di kawasannya.

Para pakar di kawasan ASEAN pada umumnya berpendapat, tercapainya kerangka sangat penting bagi Tiongkok mau pun ASEAN untuk meningkatkan saling percaya. Direktur Eksekutif Pusat Penelitian Masalah Strategi dan Internasional Indonesia (CSIS) Phillips J. Vermonte mengatakan bahwa Tiongkok dan ASEAN telah mengayunkan langkah besar dalam masalah Laut Tiongkok Selatan, Tiongkok dan ASEAN berkemampuan untuk mengubah kesulitan dan kontradiksi menjadi kerja sama. Ia berpendapat, hubungan antara Tiongkok dan ASEAN tidak seharusnya diganggu oleh masalah Laut Tiongkok Selatan, antara kedua pihak terdapat ruang kerja sama yang luas.

Dalam pertemuan menteri luar negeri Tiongkok dan ASEAN, pihak Tiongkok mengajukan konsep "tiga langkah" berkenaan dengan konsultasi selanjutnya atas "kode tingkah laku Laut Tiongkok Selatan" yang mengundang perhatian umum.

Menurut perkenalan Wang Yi, konsep "tiga langkah" ialah, langkah pertama, menteri luar negeri dari 11 negara bersama-sama mengkonfirmasikan kerangka "kode tingkah laku Laut Tiongkok Selatan" dan menghidupkan konsultasi tahap selanjutnya dalam tahun ini setelah siap sepenuhnya. Langkah kedua ialah pada akhir bulan Agustus menerapkan jalan pikiran, prinsip dan rencana "kode tingkah laku" yang disepakati dalam rapat tim kerja gabungan "Deklarasi Kode Tingkah Laku Laut Tiongkok Selatan". Dan langkah ketiga, setelah pekerjaan persiapan diselesaikan pada pokoknya, pemimpin-pemimpin Tiongkok dan negara-negara ASEAN pada bulan November secara resmi mengumumkan untuk menghidupkan konsultasi naskah selanjutnya atas "kode tingkah laku" di bawah prasyarat kestabilan situasi Laut Tiongkok Selatan tanpa gangguan eksternal.

Penjabat Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Filipina Robespierre Bolivar menyatakan, para menteri luar negeri ASEAN sudah mencapai kesepahaman dan menyatakan dukungan atas konsep "tiga langkah" yang diajukan oleh pihak Tiongkok.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Sampaikan Laporan di Depan Kongres Nasional ke-19 PKT
• Kongres Nasional ke-19 PKT Dibuka, Xi Jinping Minta PKT Memulai Perjuangan Membangun Negara Sosialis Modern
• Tiongkok Masuki Era Baru
• Bahasa Mandarin Jadi Bahasa Asing Kelima Prancis
• Korsel dan AS Akan Revisi Persetujuan Perdagangan Bebas Antara Kedua Negara
• Industri Mebel Tiongkok Tampil di Indonesia
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040