Pemerintah Korsel Hadapi Dilema dalam Penempatan Sistem THAAD
  2017-09-11 12:25:23  CRI
Warga Korea Selatan pada hari Jumat (8/9) lalu kembali mengadakan aksi protes di depan Kantor Kepresidenan Cheong Wa Dae, dan mendesak pemerintah membatalkan penempatan THAAD. Sehari sebelumnya, AS dan Korsel telah merampungkan penempatan sementara sistem THAAD di Korsel. Analis berpendapat, pemerintah Korsel selama ini tidak menghiraukan pendapat rakyat dan pendiriannya selalu berubah-ubah sehingga diserang rakyat dan partai oposisi. Bagaimana menutupi keretakan sosial akibat penempatan THAAD dan keluar dari situasi sulit jalinan diplomatik merupakan ujian berat yang dihadapi pemerintah Moon Jae-in.

Menurut hasil jajak pendapat terbaru, tingkat dukungan Moon Jae-in untuk pertama kalinya anjlok hingga di bawah 70 persen sejak dirinya naik panggung. Analis berpendapat, jika pemerintah Moon Jae-in sulit menutupi keretakan sosial di dalam negeri, tingkat dukungannya mungkin akan terus menurun bahkan pemerintahannya akan ikut goyah.

Dalam kegiatan protes yang menentang penempatan THAAD di depan Cheong Wa Dae, perwakilan dari pemrotes mengkritik Moon Jae-in telah menghianati pendukungnya. Mereka mengatakan, Moon Jae-in dalam kampanye pemilihan umum berkomitmen akan mempertimbangkan kembali keputusan penempatan THAAD. Setelah dirinya terpilih, Moon Jae-in sempat menekankan perlunya merampungkan prosedur yang diperlukan sebelum dilakukan penempatan. Tapi, sekarang dirinya memerintahkan penempatan THAAD, sebelum mengadakan musyawarah dengan pihak masyarakat dan Parlemen. Langkah Moon Jae-in ini tidak berbeda dengan pemerintah sebelumnya.

Analis menunjukkan, setelah Moon Jae-in naik panggung, situasi hubungan luar negeri Korsel menjadi kompleks, kebijakan diplomatik dan keamananya sangat mengundang perhatian. Akan tetapi, kebijakan diplomatik dan keamanan Moon Jae-in selalu berubah-ubah dan kontradiktif, sama halnya seperti pendiriannya pada masalah penempatan THAAD.

Ketidak-puasan publik terhadap kondisi hubungan luar negeri dan keamanan juga merupakan salah satu sebab utama anjloknya tingkat dukungan terhadap dirinya.

Moon Jae-in menyatakan, ancaman rudal nuklir Korut yang terus meningkat telah memperparah situasi keamanan Korsel, sehingga menempatkan sistem THAAD merupakan langkah terbaik yang dapat diambil pemerintah Korsel pada tahap sekarang.

Akan tetapi, Harian Jingxiang News Korsel dalam editorialnya menunjukkan, penempatan sistem THAAD bukan saja tidak membantu pemerintah Moon Jae-in dalam penyelesaian masalah nuklir Semenanjung Korea, tapi juga merupakan awal mula masalah. Penempatan sistem THAAD merupakan kebijakan diplomatik dan keamanan pertama yang diambil Moon Jae-in setelah dirinya naik panggung, dan juga merupakan keputusan yang keliru, sehingga ketegangan hubungan Korsel dan Tiongkok sulit mereda dalam waktu dekat.

Stop Play
Terpopuler
• KTT ASEAN dan Pertemuan Pemimpin Asia Timur Ditutup
• PM Tiongkok Hadiri KTT Asia Timur ke-12
• Xi Jinping Sampaikan Laporan di Depan Kongres Nasional ke-19 PKT
• Kongres Nasional ke-19 PKT Dibuka, Xi Jinping Minta PKT Memulai Perjuangan Membangun Negara Sosialis Modern
• Tiongkok Masuki Era Baru
• Bahasa Mandarin Jadi Bahasa Asing Kelima Prancis
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040