Web  indonesian.cri.cn  
Ukiran Jepara Indonesia masuki pasar Tiongkok
  2017-09-13 12:16:34  CRI

 

 

 

 

Seorang pemilik usaha jati furniture bernama Ibu Susilowati yang asli berasal dari Jepara mulai ikut serta dalam pameran CAEXPO sejak 7 tahun yang lalu, dan tahun ini adalah tahun ketujuh ia mengikuti pameran ini. Pada awal mengikuti CAEXPO, ia cukup ragu apakah barang-barang furniturenya akan disukai masyarakat Tiongkok dan bisa laku. Dirinya bahkan tak menyangka bahwa barang-barang furniturenya sangat mudah terjual di Tiongkok. " Disini apa-apa laku, asal dari kayu jati" tutur Bu Susilowati dengan gembira, bahkan barang-barang yang telah patah akibat pengiriman kargopun juga ada yang mau membeli. Produk utama Bu Susilowati adalah pintu kusen gebyok jati. Gebyok merupakan salah satu furniture khas Jawa berupa penyekat ruangan khas Jawa yang pada umumnya terbuat dari bahan kayu jati, dapat berfungsi sebagai penyekat ruangan ataupun pintu masuk dalam rumah. Banyak pembeli Tiongkok yang telah menjadi pelanggan dan membeli produk-produk furniture Bu Susilowati bahkan memborongnya. Setiap tahun pada pameran CAEXPO ini, produk-produk yang paling diminati masyarakat Tiongkok adalah lemari laci dan hiasan kayu jati. Harga produk-produknya berkisar dari 150 yuan hingga puluhan ribu yuan. Bu Susilowati telah sering mengikuti pameran-pameran di Tiongkok, namun CAEXPO adalah pameran yang paling disukai Bu susilowati karena suasananya yang ramai pengunjung.

Stop Play
Terpopuler
• Korban Tewas Gempa di Meksiko Naik Jadi 120 Orang
• Li Keqiang dan PM Singapura Gelar Pembicaraan
• Tiongkok Puji Perjanjian Nuklir Iran sebagai Teladan bagi Penyelesaian Isu Panas Dunia Internasional
• Xi Jinping Sampaikan Surat Selamat kepada Ekspo Tiongkok-Negara Arab 2017
• RRT-Malaysia Jalin Kerja Sama Sertifikasi Halal
• Dialog Negara Emerging Market dan Negara Berkembang Canangkan Pola Kerja Sama "BRICS Plus"
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040