Web  indonesian.cri.cn  
Tiongkok Minta Dukungan Berbagai Pihak dalam Upaya Mendorong Perundingan Masalah Nuklir Korut
  2017-09-13 12:30:01  CRI

Setelah Dewan Keamanan PBB meluluskan Resolusi No.2375, berbagai pihak mengeluarkan seruan untuk menyelesaikan masalah Semenanjung Korea melalui jalur politik dan diplomatik.

Baru-baru ini, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Perancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Angela Merkel dalam komunikasi melalui telepon juga mengusulkan penyelesaian masalah nuklir Korut secara tuntas dengan cara damai.

Terkait hal ini, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang dalam jumpa pers hari Selasa (12/09) mengatakan, Tiongkok telah mencatat pernyataan pihak terkait. Tiongkok selalu mengupayakan penyelesaian masalah nuklir Semenanjung Korea secara damai melalui dialog dan perundingan. Resolusi Dewan Keamanan PBB tersebut mengambil tindakan lebih lanjut terhadap rencana rudal nuklir Korut, selain mempertahankan sistem nonproliferasi nuklir internasional, juga menegaskan kembali pentingnya memelihara perdamaian dan kestabilan Semenanjung Korea dan Asia Timur Laut, menegaskan penyelesaian masalah secara damai melalui jalur diplomatik dan politik, mendukung dipulihkannya Perundingan Enam Pihak dan komitmen dalam "Pernyataan Bersama 19 September". Berbagai pihak hendaknya melaksanakan peraturan terkait resolusi Dewan Keamanan secara menyeluruh dan tuntas.

Geng Shuang menambahkan, dewasa ini situasi Semenanjung Korea sangat rumit, sensitif dan parah. Berbagai pihak hendaknya tetap berkepala dingin, terus berupaya menyelesaikan masalah secara damai dengan melalui dialog dan perundingan.

Stop Play
Terpopuler
• Korban Tewas Gempa di Meksiko Naik Jadi 120 Orang
• Li Keqiang dan PM Singapura Gelar Pembicaraan
• Tiongkok Puji Perjanjian Nuklir Iran sebagai Teladan bagi Penyelesaian Isu Panas Dunia Internasional
• Xi Jinping Sampaikan Surat Selamat kepada Ekspo Tiongkok-Negara Arab 2017
• RRT-Malaysia Jalin Kerja Sama Sertifikasi Halal
• Dialog Negara Emerging Market dan Negara Berkembang Canangkan Pola Kerja Sama "BRICS Plus"
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040