Zhen Yongnian: Pola Pembangunan Tiongkok Memiliki Kaitan dengan Dunia
  2017-10-10 12:07:54  CRI

Kongres Nasional ke-19 Partai Komunis Tiongkok (PKT) akan dibuka di Beijing pada tanggal 18 Oktober mendatang. Kepala Institut Asia Timur Universitas Nasional Singapura Zhen Yongnian dalam sebuah wawancara membicarakan pandangannya tentang prestasi pembangunan Tiongkok.

Pembangunan masyarakat sejahtera yang moderat yang digalakkan Tiongkok sedang berada pada tahap krusial, selain itu, pembangunan sosialis yang berciri khas Tiongkok juga tengah berada pada periode penting. Zhen Yongnian mengatakan dirinya setuju dengan pemaparan tersebut.

"Selama beberapa tahun ini, semua orang mengatakan ekonomi Tiongkok sejak Kongres ke-18 PKT mulai menurun, tapi semua orang harus ingat bahwa penurunan ekonomi Tiongkok adalah hal yang wajar, karena mustahil terus mempertahankan pertumbuhan yang begitu tinggi. Tapi prestasi terbaik Tiongkok selama beberapa tahun ini ialah penurunan ekonominya stabil." Demikian dikatakan Zhen Yongnian.

Melalui upaya sendiri, Tiongkok berhasil menemukan jalan yang dapat membuat negara menuju ke arah modernisasi.

Zhen Yongnian berpendapat, apakah kecerdasan Tiongkok dan konsep Tiongkok dapat menyelesaikan masalah umat manusia, kuncinya terletak pada apakah pengalaman yang dimiliki Tiongkok dapat diduplikasi oleh negara-negara lain. Ia mengatakan, pola Tiongkok tidak mungkin dapat diduplikasi secara mentah-mentah oleh negara lain, juga bukan untuk menggantikan pola Barat, tapi pengalaman pembangunan Tiongkok patut dipelajari oleh negara-negara lain.

Dikarenakan berbagai faktor, misalnya faktor ideologi, masyarakat Barat selalu mengkritisi pola Tiongkok, namun apakah pengalaman Tiongkok patut dipromosikan dan dijadikan referensi, hal ini tidak berkaitan dengan ideologi, tapi lebih bergantung pada apakah pengalaman Tiongkok tersebut mengandung relevansi.

Ia mengatakan, pola Tiongkok bukan direkayasa oleh Tiongkok sendiri, melainkan sebuah hasil yang dilatarbelakangi oleh globalisasi ekonomi dan regionalisasi ekonomi. Sehingga, pola Tiongkok sendiri telah menyerap banyak pengalaman yang berguna dari negara-negara lain, dan ini menunjukkan bahwa pola Tiongkok ada kaitannya dengan negara lain di dunia.

Zhen Yongnian berpendapat, ketika mempelajari pengalaman Tiongkok, negara-negara lain hendaknya mengutamakan diri sendiri, menyerap pengalaman pembangunan berbagai negara termasuk Tiongkok, ini barulah pola Tiongkok dalam arti sesungguhnya. Jika pola pembangunan seperti ini dapat diterima dan diakui semakin banyak negara, maka ini akan menjadi sumbangan terbesar Tiongkok bagi penyelesaian masalah umat manusia.

Stop Play
Terpopuler
• Hari Berkabung Nasional, Tiongkok Peringati Korban Pembantaian Massal Nanjing
• Tiongkok Usulkan Pelucutan dan Non-Proliferasi Senjata Kimia secara Seimbang
• Li Keqiang Hadiri Peringatan Genap 5 Tahun Kerja Sama 16+1
• Pertemuan Tingkat Tinggi Ketiga Hubungan Antarmasyarakat Tiongkok-Indonesia Digelar
• KTT ASEAN dan Pertemuan Pemimpin Asia Timur Ditutup
• PM Tiongkok Hadiri KTT Asia Timur ke-12
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040