IMF: Kerapuhan Sistem Moneter Akan Mengancam Pertumbuhan Ekonomi Global
  2017-10-12 12:25:30  CRI

Dana Moneter Internasional (IMF) hari Rabu kemarin (11/10) mengatakan, kondisi kestabilan moneter global terus membaik, tapi semakin rapuhnya sistem moneter akan mengancam pertumbuhan ekonomi global.

IMF dalam Laporan Kestabilan Moneter Global yang diumumkan kemarin mengatakan, perekonomian utama di dunia terus mempertahankan kebijakan mata uang yang longgar, hal ini bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi, dan mendorong inflasi naik sampai kisaran target, tapi di saat yang sama juga mengakibatkan kenaikan evaluasi nilai modal global dan kenaikan leverage. Laporan mengatakan, badan moneter semakin mengejar keuntungan, sehingga risiko kestabilan moneter kini telah beralih dari industri perbankan ke sektor moneter non-bank.

Laporan menunjukkan, level utang ekonomi utama terus membumbung tinggi, dan ini juga akan mengancam pertumbuhan ekonomi global. Laporan mengatakan, utang lembaga non-finansial kelompok G20 kini melampaui 135 triliun dolar atau setara dengan 235 persen GDP G20.

IMF mengatakan, bank sentral utama di dunia hendaknya mengambil langkah untuk mengontrol risiko sistem moneter dan memelihara kebijakan mata uang yang rasional demi mendukung pertumbuhan ekonomi. IMF mengusulkan agar Fed AS dan Bank Sentral Eropa secara jelas menyampaikan rencana mereka keluar dari kebijakan stimulasi mata uang, sehingga pergolakan pasar dapat dihindari. Lembaga pengawasan moneter juga harus mengambil kebijakan makro dan berhati-hati dalam menurunkan leverage dan mengontrol resiko moneter.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Sampaikan Laporan di Depan Kongres Nasional ke-19 PKT
• Kongres Nasional ke-19 PKT Dibuka, Xi Jinping Minta PKT Memulai Perjuangan Membangun Negara Sosialis Modern
• Tiongkok Masuki Era Baru
• Bahasa Mandarin Jadi Bahasa Asing Kelima Prancis
• Korsel dan AS Akan Revisi Persetujuan Perdagangan Bebas Antara Kedua Negara
• Industri Mebel Tiongkok Tampil di Indonesia
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040