Konferensi Perubahan Iklim Pertama PBB Dibuka di Bonn Jerman
  2017-11-09 13:11:37  CRI

Konferensi Perubahan Iklim PBB yang pertama telah dibuka di Bonn, Jerman pada Senin (06/11) lalu. Para peserta akan mengadakan pembahasan lebih lanjut mengenai aturan pelaksanaan "Persetujuan Paris", demi meletakkan dasar yang kuat untuk mengakhiri perundingan tentang aturan pelaksanaan "Persetujuan Paris". Dibandingkan dengan konferensi sebelumnya, konferensi kali ini agak sedikit berbeda, yaitu diadakan pada momen krusial, negara kepulauan kecil mengadakan konferensi untuk pertama kali, dan Tiongkok juga secara aktif memberi sumbangan untuk perundingan internasional mengenai penanganan perubahan iklim.

Pertama-tama adalah momen krusial. Dalam pertemuan dengan media pada hari pembukaan konferensi, Utusan Khusus Tiongkok untuk Urusan Perubahan Iklim Xie Zhenhua beserta delegasi menyatakan bahwa konferensi kali ini merupakan "penyambung atas dan bawah" dan "penyambung depan dan belakang".

Wakil Direktur Kantor Penanganan Perubahan Iklim Komisi Pembangunan dan Reformasi Negara Tiongkok Lu Xinming menjelaskan, yang dimaksud dengan "penyambung atas dan bawah" adalah perundingan aturan pelaksanaan 'Persetujuan Paris' sudah setengah jalan. Konferensi ke-22 Pihak Penandatangan 'Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB' (UNFCCC) yang diadakan di Marrakech telah menyusun rancangan mengenai aturan pelaksanaan 'Persetujuan Paris'. Sementara itu, perundingan mengenai aturan pelaksanaan 'Persetujuan Paris' dijadwalkan akan diakhiri pada Konferensi Ke-24 Pihak Penandatangan UNFCCC pada tahun 2018.

Sedangkan yang dimaksud dengan 'Penyambung depan dan belakang' adalah berbagai pihak memandang tahun 2020 sebagai sebuah ruas untuk menyimpulkan komitmen dan aksi untuk menghadapi perubahan iklim global di masa, sekaligus merencanakan aksi setelah tahun 2020. Dalam prosesnya, penanganan terhadap perubahan iklim global secara umum dibagi dua tahap: tahap pertama, dimulai dari Konvensi tahun 1992 hingga komitmen kedua 'Protokol Kyoto' berakhir pada tahun 2020; tahap kedua, yakni setelah tahun 2020, merupakan tahap pelaksanaan 'Konvensi' dan 'Persetujuan Paris' secara bersamaan.

Lu Xinming menambahkan bahwa Konferensi kali ini berada pada titik pertemuan antara masa kunci perundingan dan kemajuan perubahan iklim. Dibandingkan dengan sebelumnya, konferensi kali ini dimulai lebih awal dan diakhiri lebih lambat, sehingga waktu perundingan lebih panjang.

Kedua, negara-negara kepulauan kecil untuk pertama kali mengadakan konferensi. Negara ketua konferensi kali ini adalah Fiji, dan ini merupakan pertama kalinya negara kepulauan kecil, yang juga negara berkembang menjadi negara ketua Konferensi Perubahan Iklim PBB.

Sebagai "negara separuh tuan rumah", Jerman juga memberikan banyak sumbangan. Pemerintah Jerman menyediakan dana senilai 124 juta Euro sebagai biaya konferensi.

Ketiga, sumbangan Tiongkok. Lu Xinming memperkenalkan, delegasi Tiongkok mempersiapkan 5 butir usulan terkait topik utama perundingan, ini memperlihatkan sikap konstruktif Tiongkok yang secara aktif berpartisipasi dan memimpin perundingan iklim global.

Stop Play
Terpopuler
• KTT ASEAN dan Pertemuan Pemimpin Asia Timur Ditutup
• PM Tiongkok Hadiri KTT Asia Timur ke-12
• Xi Jinping Sampaikan Laporan di Depan Kongres Nasional ke-19 PKT
• Kongres Nasional ke-19 PKT Dibuka, Xi Jinping Minta PKT Memulai Perjuangan Membangun Negara Sosialis Modern
• Tiongkok Masuki Era Baru
• Bahasa Mandarin Jadi Bahasa Asing Kelima Prancis
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040