"Perluas Kesepahaman, Perdalam Kerja Sama" –Wawancara Dengan Dubes untuk ASEAN Xu Bu
  2017-11-13 10:03:05  Kantor Berita Xinhua

KTT ASEAN ke-31 serta pertemuan pemimpin kerja sama Asia Timur hari Jumat (10/11) dibuka di Manila, ibukota Filipina. Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN Xu Bu dalam wawancaranya baru-baru ini mengatakan, tahun depan adalah genap 15 tahun penggalangan kemitraan strategis antara Tiongkok dan ASEAN, kedua pihak perlu melepaskan pandangan ke depan, memperluas kesepahaman, memperdalam kerja sama, membentuk kemitraan strategis Tiongkok-ASEAN yang berlevel lebih tinggi, membangun komunitas senasib Tiongkok dan ASEAN yang lebih akrab.

Xu Bu mengatakan, Tiongkok dan ASEAN adalah tetangga dekat. Di aspek politik, kedua pihak kerap mengadakan kontak lapisan tinggi, pemimpin berkunjung timbal balik, mekanisme dialog di berbagai bidang menjadi semakin matang. Tiongkok dan ASEAN telah mencapai kemajuan penting dalam melaksanakan Deklarasi Aksi Para Pihak Laut Tiongkok Selatan, mencapai kerangka "patokan aksi Laut Tiongkok Selatan", masalah Laut Tiongkok Selatan cenderung stabil, hal tersebut memperlihatkan keinginan positif negara-negara di kawasannya untuk memelihara perdamaian dan kestabilan di Laut Tiongkok Selatan.

Di aspek ekonomi, Tiongkok dan ASEAN telah membangun zone perdagangan bebas negara-negara berkembang yang paling besar di dunia dan menyelesaikan perundingan eskalasi. Pada tahun 2016, nilai perdagangan kedua pihak mencapai US$ 452,2 miliar, Tiongkok selama bertahun-tahun menjadi mitra perdagangan terbesar bagi ASEAN, sedangkan ASEAN menjadi mitra perdagangan besar nomor tiga bagi Tiongkok, saling investasi meningkat cepat.

Di aspek pertukaran masyarakat, kedua pihak bekerja sama untuk menyelenggarakan tahun kerja sama iptek, tahun kerja sama kebudayaan dan tahun kerja sama maritim. Tiongkok sudah menjadi negara sumber turis pertama bagi ASEAN.

Negara-negara ASEAN terletak di daerah pertemuan darat dan laut dalam "satu sabuk satu jalan", maka dianggap sebagai arah prioritas dan mitra utama dalam kebijakan Tiongkok untuk mendorong pembangunan "satu sabuk satu jalan".

Berbicara tentang persetujuan kemitraan ekonomi keseluruhan regional (RCEP), Duta Besar Xu Bu menyatakan, Tiongkok selalu adalah pendukung tegas globalisasi ekonomi dan liberalisasi perdagangan, juga adalah partisipan dan penyumbang aktif persetujuan tersebut. Tiongkok akan terus mendukung dan menghormati status pimpinan ASEAN dalam perundingan persetujuan, berkoordinasi dengan ASEAN untuk secepatnya menyelesaikan perundingan.

Menyinggung masalah Laut Tiongkok Selatan, Xu Bu mengatakan, kini situasi di Laut Tiongkok Selatan cenderung mereda. Baik Tiongkok mau pun negara-negara ASEAN memiliki keinginan bersama dan keyakinan tegas untuk secara layak menangani perselisihan, memelihara perdamaian dan kestabilan di Laut Tiongkok Selatan melalui dialog dan konsultasi.

Xu Bu menilai tinggi keberhasilan yang dicapai selama 50 tahun sejak berdirinya ASEAN. Ia menyatakan, pihak Tiongkok akan terus menjadikan ASEAN sebagai arah prioritas dalam diplomasi tetangga, terus dengan tegas mendukung pembangunan komunitas ASEAN. Pihak Tiongkok berharap dan berkeyakinan bahwa ASEAN akan mengalami perkembangan yang lebih besar dalam 50 tahun mendatang.

Stop Play
Terpopuler
• KTT ASEAN dan Pertemuan Pemimpin Asia Timur Ditutup
• PM Tiongkok Hadiri KTT Asia Timur ke-12
• Xi Jinping Sampaikan Laporan di Depan Kongres Nasional ke-19 PKT
• Kongres Nasional ke-19 PKT Dibuka, Xi Jinping Minta PKT Memulai Perjuangan Membangun Negara Sosialis Modern
• Tiongkok Masuki Era Baru
• Bahasa Mandarin Jadi Bahasa Asing Kelima Prancis
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040