< Panduan Internasional Diagnosa dan Pengobatan Penyakit Diabetes Dengan Obat-Obatan Tradisional Tionghoa > Diluncurkan
  2017-11-14 09:52:40  CRI

< Panduan Internasional Diagnosa dan Pengobatan Penyakit Diabetes Dengan Obat-Obatan Tradisional Tionghoa > diluncurkan di Kota Shenzhen, Tiongkok pada tanggal 14 November tahun 2017. Panduan tersebut merupakan panduan pengobatan pertama di dunia yang diluncurkan oleh Asosiasi Lembaga Pengobatan Tradisional Tionghoa. Wakil Diretur Jawatan Administrasi Pengobatan Tradisional Tionghoa untuk kebijakan, hukum, peraturan dan pengawasan, Yang Rongchen, Wakil Ketua Organisasi Standar Internasional dan Komisi Teknik Pengobatan Tradisional Tionghoa Internasional, Shen Yuandong, Wakil Rektor Institut Pengobatan Tradisional Tionghoa Universitas Hong Kong, Shen Jiangang, Wakil Ketua Lembaga Pengobatan Tradisional Tionghoa Seluruh Amerika, Yang Guanhu serta sejumlah pakar dalam dan luar negeri tampak menghadiri upacara peluncuran.

Wakil Direktur Jawatan Administrasi Pengobatan Tradisional Tionghoa untuk kebijakan, hukum, peraturan dan pengawasan, Yang Rongchen menunjukkan, pembagian informasi internasional terkait pengobatan tradisional Tionghoa serta aktivitas pengobatan, penataran tenaga, penelitian ilmiah dan peraturan pengelolaan diperlukan standar internasional. Sebagai negara sumber pengobatan tradisional Tionghoa, Tiongkok tidak saja menstandarisasi pengobatan tradisional Tionghoa, lebih-lebih harus menjadi perumus standar internasional pengobatan tradisional Tionghoa, untuk selanjutnya menjadi pembimbing perkembangan pengobatan tradisional Tionghoa.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Lembaga Pengobatan Tradisional Tionghoa Dunia, Sang Binsheng di depan upacara menyatakan, sejak berdirinya pada tahun 2003, pihaknya selalu berupaya mendorong pembinaan standarisasi internasional pengobatan tradisional Tionghoa. Sejauh ini, sudah diluncurkan 17 standar organisasi internasional tentang pengobatan tradisional Tionghoa, namun masih belum diluncurkan panduan diagnosa dan pengobatan internasional. Maksud semula penyusunan panduan tersebut ialah merumuskan model baru dalam panduan diagnosa dan pengobatan tradisional Tionghoa. Sang Binsheng menyatakan, pihaknya akan bersama dengan ISO untuk menyusun peraturan standar internasional dengan mempertimbangkan pedoman pengobatan tradisional WHO, secara bertahap menjajaki dan menyempurnakan proses penyusunan panduan klinik pengobatan tradisional Tionghoa. Sementara itu, dia berharap panduan tersebut dapat dipromosikan lebih luas di dunia internasional setelah peluncuran panduan tersebut.

Periset senior Akademi Pengobatan Tradisional Tionghoa selaku penyusun panduan tersebut, Profesor Tong Xiaolin mengatakan, penyakit diabetes mempunyai angka kejadian yang tinggi bahkan mengakibatkan cacat dan mati di lingkup seluruh dunia, dianggap sebagai penyakit serius yang mengundang perhatian seluruh dunia. Sedangkan pengobatan tradisional Tionghoa mempunyai keunggulannya dalam mengobati penyakit diabetes pada tahap awal. Peluncuran panduan tersebut merupakan hasil penelitian penyakit diabetes di dalam dan luar negeri selama setengah abad. Ia mengharapkan peluncuran panduan tersebut dapat memberi sumbangan untuk para dokter sedunia dalam klinik, penyusunan hukum dan peraturan terkait pengobatan tradisional Tionghoa, pembinaan komprehensif standar pengobatan tradisional Tionghoa internasional serta perancangan pembangunan "satu sabuk satu jalan" di bidang pengobatan tradisional Tionghoa, menegakkan teladan internasionalisasi pengobatan tradisional Tionghoa di bidang pengobatan penyakit serius.

Stop Play
Terpopuler
• KTT ASEAN dan Pertemuan Pemimpin Asia Timur Ditutup
• PM Tiongkok Hadiri KTT Asia Timur ke-12
• Xi Jinping Sampaikan Laporan di Depan Kongres Nasional ke-19 PKT
• Kongres Nasional ke-19 PKT Dibuka, Xi Jinping Minta PKT Memulai Perjuangan Membangun Negara Sosialis Modern
• Tiongkok Masuki Era Baru
• Bahasa Mandarin Jadi Bahasa Asing Kelima Prancis
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040