Wang Yi Bicarakan tentang Kehadiran Presiden Xi Jinping dalam Pertemuan Informal Pemimpin ke-25 APEC dan Kunjungannya di Vietnam dan Laos
  2017-11-14 21:38:33  CRI

Sekjen Komite Sentral PKT, Presiden Xi Jinping atas undangan menghadiri pertemuan informal pemimpin ke-25 APEC dan mengadakan kunjungan kenegaraan di Vietnam dan Laos. Menjelang berakhirnya jadwal itu, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi memperkenalkan kepada wartawan tentang keadaan kunjungan kali ini.

Wang Yi mengatakan, Kongres Nasional ke-19 PKT yang digelar belum lama berselang mengundang perhatian seluruh dunia. Presiden Xi Jinping kali ini menghadiri pertemuan APEC dan mengunjungi negara-negara tetangga sosialis Asia Tenggara, memanifestasikan jalan pembangunan dan taktik pemerintahan Tiongkok kepada dunia, memperkenalkan konsep saling menguntungkan dan bekerja sama dengan negara-negara di sekitar, menunjukkan percaya diri jalan sosialis yang berciri khas Tiongkok, percaya diri teori, percaya diri sistem, percaya diri kebudayaan, memperlihatkan figur baru dan sumbangan baru hubungan luar negeri Tiongkok sebagai negara besar pada era baru, dan merealisasi permulaan sukses kunjungan pemimpin tertinggi partai dan negara Tiongkok seusai Kongres Nasional ke-19 PKT.

Dalam waktu 5 hari, Presiden Xi Jinping dengan sibuk mengadakan 40 lebih kegiatan multilateral dan secara luas berkontak dengan tokoh-tokoh berbagai kalangan berbagai negara. Presiden Xi Jinping menguasai kecenderungan besar perkembangan zaman, mengkoordinasi situasi dalam dan luar negeri, menguraikan konsep dengan pandangan seorang politikus, mengemukakan prakarsa dari sudut ahli strategi, mendorong kerja sama dengan keberanian yang pragmatis, mengumpulkan kesepahaman dengan gaya diplomat, memenangkan dukungan luas bagi pembangunan Tiongkok ke depan, dan juga merintis prospek lebih cerah bagi kerja sama kawasan Asia Pasifik, dan telah menginjeksikan tenaga pendorong yang kuat ke dalam hubungan Tiongkok-Vietnam dan hubungan Tiongkok-Laos. Opini umum di dalam dan luar negeri berpendapat bahwa kunjungan kali ini merupakan aksi penting hubungan luar negeri Tiongkok, langkah kuat untuk membentuk hubungan internasional tipe baru dan komunitas senasib sepanggungan manusia, demonstrasi menarik sistem dan ide Tiongkok serta prospek perkembangannya, dan juga manifestasi hidup pikiran sosialis yang berciri khas Tiongkok pada era baru yang dikemukakan Xi Jinping.

Pertama, menjelaskan jalan pembangunan Tiongkok dan memperluas pengakuan masyakarat internasional. Presiden Xi Jinping menyampaikan pidato penting di depan Pertemuan Puncak CEO APEC di Da Nang, mengadakan pertemuan dan pembicaraan dengan pemimpin berbagai negara, memperkenalkan hasil penting dan arti Kongres Nasional ke-19 PKT kepada masyarakat internasional, memperkenalkan jalan pembangunan dan ide Tiongkok sehingga menginjeksikan tenaga positif dan stabilitas ke dalam situasi regional dan internasional yang penuh tantangan.

Kedua, menyuluhkan kerja sama kawasan Asia Pasifik dan memperdalam saling pengertian demi saling menguntungkan di kawasannya.

Wang Yi mengatakan, Pertemuan APEC Da Nang digelar di latar belakang konfigurasi dunia dan Asia Pasifik mengalami perubahan drastis dan peranan Tiongkok sangat mengundang perhatian. Presiden Xi Jinping di depan pertemuan mengibarkan tinggi-tinggi bendera terbuka, inklusif dan saling menguntungkan, mempromosi proses pengintengrasian ekonomi, memprakarsai semangat kemitraan Asia Pasifik, sehingga memainkan peranan yang penting.

Ketiga, mengembangkan tradisi tetangga baik dan persahabatan, menambah kemesraan hubungan Tiongkok-Vietnam dan hubungan Tiongkok-Laos.

Wang Yi mengatakan, kunjungan Presiden Xi Jinping kali ini berakar di Asia Pasifik dan berpengaruh di seluruh dunia, dan merupakan sekali kunjungan bersejarah yang berarti penting.

Stop Play
Terpopuler
• KTT ASEAN dan Pertemuan Pemimpin Asia Timur Ditutup
• PM Tiongkok Hadiri KTT Asia Timur ke-12
• Xi Jinping Sampaikan Laporan di Depan Kongres Nasional ke-19 PKT
• Kongres Nasional ke-19 PKT Dibuka, Xi Jinping Minta PKT Memulai Perjuangan Membangun Negara Sosialis Modern
• Tiongkok Masuki Era Baru
• Bahasa Mandarin Jadi Bahasa Asing Kelima Prancis
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040