KTT Asia Timur Ke-12 Fokus Kerja Sama Untuk Tanggapi Tantangan
  2017-11-14 21:49:00  Kantor Berita Xinhua

XINHUA: Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Timur Ke-12 sore tadi digelar di Manila, ibukota Filipina. Para pemimpin negara dan perwakilan akan memfokuskan kerja sama guna menanggapi tantangan, dan bertukar pendapat mengenai masalah regional dan internasional yang menjadi perhatian bersama.

KTT itu dipimpin oleh Presiden Filipina, ketua bergilir ASEAN, Rodrigo Duterte. Ia dalam sambutannya menyatakan, kini kawasan Asia Timur sedang menghadapi tantangan yang sangat rumit, di antaranya, masalah imigran, pelestarian lingkungan, terorisme dan ekstremisme kekerasan lebih-lebih serius, itu sulit dibayangkan puluhan tahun yang lalu. Akan tetapi,berbagai negara juga menyongsong peluang, misalnya perkemangan pesat teknik serta integrasi ekonomi di kawasan memungkinkan hubungan antar berbagai negara di kawasannya semakin erat.

Rodrigo Duterte berpendapat, di latar belakangan itu, pendorongan kerja sama antar berbagai negara akan memajukan lebih lanjut perdamaian, kestabilan dan kemakmuran di kawasan ini. Dikatakannya, di depan KTT Asia Timur kali ini, para negara akan terutama membahas arah pembangunan kawasan Asia Timur, ia yakin bahwa berbagai negara peserta KTT kali ini dapat terus mewujudkan dialog strategis dalam lingkungan keamanan kawasan yang terus berubah melalui mekanisme KTT Asia Timur.

KTT Asia Timur kali ini dihadiri oleh pemimpin atau perwakilan dari 10 negara ASEAN serta Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, Selandia Baru, Rusia dan Amerika Serikat.

Stop Play
Terpopuler
• KTT ASEAN dan Pertemuan Pemimpin Asia Timur Ditutup
• PM Tiongkok Hadiri KTT Asia Timur ke-12
• Xi Jinping Sampaikan Laporan di Depan Kongres Nasional ke-19 PKT
• Kongres Nasional ke-19 PKT Dibuka, Xi Jinping Minta PKT Memulai Perjuangan Membangun Negara Sosialis Modern
• Tiongkok Masuki Era Baru
• Bahasa Mandarin Jadi Bahasa Asing Kelima Prancis
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040