Menlu Korsel Umumkan Aksi Lanjutan terkait Perjanjian Masalah Ianfu Korsel-Jepang
  2018-01-10 10:07:27  CRI

Menteri Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) Kang Kyung-wha dalam jumpa pers di Seoul pada Selasa sore kemarin (9/1) menyatakan, Perjanjian Masalah Ianfu Korsel-Jepang tidak bisa benar-benar menyelesaikan masalah "Ianfu" atau wanita penghibur, maka Korsel telah mengumumkan aksi lanjutan terkait perjanjian tersebut.

Kang Kyung-wha menyatakan, mengingat perjanjian itu adalah dokumen resmi yang dicapai antara Korsel dan Jepang, maka pemerintah Korsel tidak akan meminta perundingan ulang tentang perjanjian tersebut. Dana Ianfu sebanyak 1 miliar yen Jepang yang dialokasi oleh pemerintah Jepang berdasarkan perjanjian tersebut akan ditanggung sendiri oleh pemerintah Korsel.

Kang Kyung-wha menyatakan, para korban Ianfu selalu berharap pemerintah Jepang secara sukarela dan tulus meminta maaf. Kang Kyung-wha berharap Jepang bertindak berdasarkan kesepahaman masyarakat internasional, mengakui sejarah agresi, dan terus berupaya demi pemulihan reputasi dan kehormatan para korban Ianfu.

Menurut laporan kantor berita Kyodo Jepang, Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono menyatakan "sama sekali tidak bisa menerima" tindakan Korsel tersebut. Pemerintah Jepang kemarin telah mengajukan protes kepada Korsel.

Stop Play
Terpopuler
• Kemlu Tiongkok Menanggapi Peristiwa Mariott
• Dubes Tiongkok Jelaskan Keadaan Ketabrakan Kapal Di Laut Tiongkok Timur
• Publikasi Buku Xi Jinping: The Governance of China Jilid ke-2 Menerobos 10 Juta
• PM Tiongkok Hadiri Pertemuan Ke-2 Kerja Sama Lancang-Mekong
• Tiongkok dan Prancis Sepakat Tingkatkan Kemitraan Strategis dan Komprehensif secara Mantap
• Korsel dan Korut Akhiri Pembicaraan di Panmunjom
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040