Li Keqiang dan Zhang Dejiang Temui Presiden Perancis
  2018-01-10 10:13:48  CRI

Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang dan Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok Zhang Dejiang secara terpisah mengadakan pertemuan dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron hari Selasa kemarin(9/1) di Beijing.

Li Keqiang menunjukkan, Tiongkok terus memperdalam reformasi, memperluas keterbukaan, memperluas akses pasar secara lebih lanjut, dengan demikian akan memberikan lebih banyak kesempatan kerja sama kepada negara-negara lain termasuk Perancis. Ia menyambut Perancis untuk meningkatkan investasi dan pengeksporan barang berkualitas, juga mengharapkan Perancis dapat memperluas pengeksporan produk berteknologi tinggi secara lebih lanjut ke Tiongkok. Ia menekankan, Tiongkok dengan teguh mendukung proses integrasi Eropa, dan berharap dapat melihat Uni Eropa yang bersatu, stabil dan berkembang. Tiongok menyatakan keyakinannya terhadap prospek perkembangan UE, serta bersedia mendorong perundingan investasi bilateral.

Emmanuel Macron menyatakan, makna hubungan Perancis-Tiongkok jauh melampaui lingkup bilateral. Atas dasar kerja sama jangka panjang, Perancis bersedia lebih lanjut menyusun rencana kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral, mendorong hubungan Perancis-Tiongkok dan Eropa-Tiongkok memasuki tahap perkembangan yang baru, serta bersama-sama memberikan kontribusi baru demi perdamaian dan perkembangan dunia.

Stop Play
Terpopuler
• Kemlu Tiongkok Menanggapi Peristiwa Mariott
• Dubes Tiongkok Jelaskan Keadaan Ketabrakan Kapal Di Laut Tiongkok Timur
• Publikasi Buku Xi Jinping: The Governance of China Jilid ke-2 Menerobos 10 Juta
• PM Tiongkok Hadiri Pertemuan Ke-2 Kerja Sama Lancang-Mekong
• Tiongkok dan Prancis Sepakat Tingkatkan Kemitraan Strategis dan Komprehensif secara Mantap
• Korsel dan Korut Akhiri Pembicaraan di Panmunjom
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040