Presiden Korsel Desak Jepang Minta Maaf Soal "Ianfu"
  2018-01-12 10:14:42  CRI
Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in dalam jumpa pers hari Rabu (10/1) di kepresidenan Cheongwadae menyatakan, untuk menyelesaikan masalah "ianfu" atau wanita penghibur, Jepang seharusnya mengenal kenyataan, dengan tulus meminta maaf kepada para korban, sementara menjadikannya sebagai cermin, berupaya bersama dengan komunitas internasional untuk menyelesaikan masalah wanita penghibur.

Sebelumnya, pemerintah Korsel mengumumkan berbagai langkah lanjutan terkait Persetujuan Wanita Penghibur Korsel-Jepang, tapi mengalami tanggapan keras pemerintah Jepang.

Kepala Sekretariat Kabinet Jepang Yoshihide Suga hari Rabu mengatakan, langkah-langkah lanjutan yang akan diambil oleh Korsel tak dapat diterima sama sekali oleh Jepang. Dia menegaskan, Persetujuan Wanita Penghibur Korsel-Jepang sudah membenarkan "penyelesaian tak terbalikkan terakhir" masalah wanita penghibur, persetujuan serupa juga perlu diterapkan secara bertanggung jawab walau pergantian kekuasaan.

Analis menunjukkan, kini pemerintah Korsel menaruh perhatiannya terhadap penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang, untuk menciptakan lingkungan internasional yang nyaman selama Olimpiade Musim Dingin, Korsel tidak akan sembarangan membatalkan persetujuan antar pemerintah. Pada aspek lainnya, agak sulit bagi Korsel untuk segera menghidupkan perundingan dengan pihak Jepang, maka Korsel terutama mendesak pemerintah Jepang untuk mengambil langkah yang bertanggung jawab, guna menemukan konsep penyelesaian.

Stop Play
Terpopuler
• Kemlu Tiongkok Menanggapi Peristiwa Mariott
• Dubes Tiongkok Jelaskan Keadaan Ketabrakan Kapal Di Laut Tiongkok Timur
• Publikasi Buku Xi Jinping: The Governance of China Jilid ke-2 Menerobos 10 Juta
• PM Tiongkok Hadiri Pertemuan Ke-2 Kerja Sama Lancang-Mekong
• Tiongkok dan Prancis Sepakat Tingkatkan Kemitraan Strategis dan Komprehensif secara Mantap
• Korsel dan Korut Akhiri Pembicaraan di Panmunjom
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040