Penenggelaman Kapal Ikan Asing, "Sudah Cukup!"
  2018-01-12 10:28:45  CRI
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla menunjukkan penentangan terhadap penenggelaman kapal ikan asing yang telah dilakukan pemerintah.

Menurut laporan Kantor Berita Antara, baru-baru ini tindakan penenggelaman kapal asing yang menangkap ikan di perairan Indonesia telah menimbulkan kontroversi di lapisan tinggi pemerintah Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan meminta Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti untuk menghentikan tindakan penenggelaman kapal, dan fokus kepada peningkatan produksi dan ekspor perikanan Indonesia, demi meningkatkan kesejahteraan para nelayan.

Sejak tahun 2014, telah tercatat 300 kapal ikan asing "ilegal" yang ditenggelamkan atas perintah Menteri Susi Pujiastuti.

Kalangan industri dan komersial Indonesia mengklaim tindakan tersebut "tidak berkonstruktif", dan telah merugikan produksi perikanan Indonesia, sehingga ekspor perikanan menurun. Mereka mendesak Susi untuk lebih fokus kepada industrialisasi badan perikanan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, jika ingin menghukum kapal asing yang menangkap ikan di perairan Indonesia, dapat dilakukan degan cara menahan dan melelangnya. Hendaknya segera menghentikan tindakan penenggelaman yang telah diprotes oleh negara-negara tetangga, karena hal ini "berkaitan" dengan hubungan diplomatik.

"Sekarang saatnya pemerintah fokus kepada peningkatan produksi perikanan, kita tidak perlu menghancurkan kapal, dan kita bisa memanfaatkannya, negara kita membutuhkan banyak kapal!" kata Kalla.

Stop Play
Terpopuler
• Kemlu Tiongkok Menanggapi Peristiwa Mariott
• Dubes Tiongkok Jelaskan Keadaan Ketabrakan Kapal Di Laut Tiongkok Timur
• Publikasi Buku Xi Jinping: The Governance of China Jilid ke-2 Menerobos 10 Juta
• PM Tiongkok Hadiri Pertemuan Ke-2 Kerja Sama Lancang-Mekong
• Tiongkok dan Prancis Sepakat Tingkatkan Kemitraan Strategis dan Komprehensif secara Mantap
• Korsel dan Korut Akhiri Pembicaraan di Panmunjom
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040