Kemenlu Tiongkok Sebut NPR AS Menyimpang dari Perdamaian dan Pembangunan
  2018-02-06 10:39:20  CRI

Belum lama yang lalu Departemen Pertahanan AS telah merilis laporan Nuclear Posture Review (NPR) edisi baru. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang dalam jumpa pers di Beijing pada hari Senin kemarin (5/2) mengkritik laporan tersebut menyimpang dari topik perdamaian dan pembangunan.

Geng Shuang mengatakan, laporan NPR beserta Laporan Strategi Keamanan Nasional (National Security Strategy) dan Laporan Strategi Pertahanan Nasional (National Defense Strategy) yang dipublikasikan sebelumnya memiliki isi yang sama, yakni tetap mempertahankan mentalitas perang dingin serta Zero Sum Game yang sudah ketinggalan zaman, membesar-besarkan geopolitik dan persaingan antar negara besar, sengaja mengintensifkan fungsi senjata nuklir dalam kebijakan keamanan dan mengabaikan himbauan masyarakat internasional tentang perlucutan senjata nuklir, sehingga telah menyimpang dari topik utama zaman sekarang yang mengutamakan perdamaian dan pembangunan.

Jubir Geng Shuang menambahkan, laporan NPR AS secara semena-mena memutar-balikkan kebijakan Tiongkok demi mencari alasan bagi perluasan dan peningkatan kepemilikan senjata nuklir dirinya. Upaya ini akan sia-sia belaka. Tiongkok mendesak AS meninggalkan mentalitas perang dingin dan Zero Sum Game, tidak lagi memandang hubungan antar negara besar dari sudut konfrontasi, menyesuaikan diri dengan tren perdamaian dan pembangunan, terus mengurangi simpanan senjata nuklir secara besar-besaran dan ireversibel, serta mendegradasi fungsi senjata nuklir dalam strategi keamanan nasional dalam rangka memelihara perdamaian dan kestabilan dunia melalui tindakan nyata.

Stop Play
Terpopuler
• Presiden dan Ketua DPR Indonesia Ucapkan Selamat Tahun Baru
• Festival Kuliner Tiongkok Digelar di Thailand
• Xi Jinping Kirim Kawat Simpati Atas Jatuhnya Pesawat Iran
• AS: Terkejut dengan Laporan Senjata Kimia Suriah
• Xi Jinping: Tingkatkan Kerja Sama Multi Partai
• Menhan AS: Akan Perluas Kerja Sama Anti Terorisme dengan Indonesia
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040