Tiongkok Lancarkan Aksi Pemberantasan Mafia dan Penindakan Kejahatan
  2018-02-08 17:04:16  CRI
Tiongkok baru-baru ini telah melancarkan aksi pemberantasan mafia dan penindakan kejahatan putaran baru, yang dikhususkan untuk memberantas kekuatan mafia yang mencoba mengikis kekuasaan pemerintah di tingkat bawah, sekaligus menindak aksi penindasan terhadap rakyat biasa. Menurut pernyataan bersama yang diumumkan oleh Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan Dewan Negara Tiongkok, ini adalah keputusan penting Komite Sentral PKT dengan Presiden Xi Jinping sebagai intinya, yang berkaitan erat dengan kestabilan sosial serta keamanan nasional.

Sebagai partai berkuasa, PKT berupaya menciptakan sebuah lingkungan hidup yang "damai, tertib dan aman" bagi para warganya. Namun, ini bukanlah perkara mudah, dikarenakan wilayah Tiongkok cukup besar dan memiliki populasi terbesar di dunia, ekonominya juga berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir ini, sehingga muncul diferensiasi sosial dan restrukturisasi sosial yang belum pernah ada sepanjang sejarah. Di sisi lain, situasi dunia tidak begitu aman, khususnya kondisi di sekitar Tiongkok cukup kompleks, dan terdapat banyak faktor ketidakstabilan yang mengancam keamanan sosial Tiongkok..

Sejak Kongres Nasional ke-18 PKT, dengan memanfaatkan keunggulan dan kelebihan yang dimiliki selaku partai berkuasa, PKT tak pernah menghentikan langkahnya dalam perjuangan melawan mafia, menindak kejahatan, dan memberantas narkoba. Keberhasilan Tiongkok menindak kriminalitas telah memberikan rasa aman yang lebih besar kepada warga sipil, serta sukses memelihara kestabilan dan keamanan sosial.

Stop Play
Terpopuler
• Presiden dan Ketua DPR Indonesia Ucapkan Selamat Tahun Baru
• Festival Kuliner Tiongkok Digelar di Thailand
• Xi Jinping Kirim Kawat Simpati Atas Jatuhnya Pesawat Iran
• AS: Terkejut dengan Laporan Senjata Kimia Suriah
• Xi Jinping: Tingkatkan Kerja Sama Multi Partai
• Menhan AS: Akan Perluas Kerja Sama Anti Terorisme dengan Indonesia
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040