Thomas Bach: Olimpiade Musim Dingin Beijing akan Menjadi Sebuah Patokan Baru Ketentuan Olimpiade
  2018-02-08 11:17:15  Kantor Berita Xinhua

Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach dalam jumpa pers di Pyeong Chang hari Rabu kemarin(7/2) menyatakan, ketentuan baru penyelenggaran olimpiade "yang terhemat sepanjang sejarah" baru saja diumumkan, ia berharap Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 dapat menjadi sebuah patokan baru.

Komite Olimpiade Internasional mengeluarkan ketentuan baru penyelenggaraan olimpiade pada hari Selasa lalu(6/2), termasuk 100 lebih langkah-langkah reformasi. Langkah-langkah tersebut di antaranya seperti memperkecil skala stadion, perencanaan ulang lalu lintas, mengoptimalkan infrastruktur dan layanan media yang telah ada sebelumnya, penggunaan satu stadion untuk beberapa cabang olahraga, upacara pembukaan dan penutupan, aktivitas kebudayaan, resepsi, tiket, paralimpiade dan lain sebagainya yang dapat membantu tuan rumah olimpiade berikutnya menghemat lebih banyak pengeluaran.

Bach mengatakan, ketentuan baru Olimpiade tersebut telah berlaku dalam proses penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. "Kami telah berkomunikasi dengan Komite Penyelenggara Olimpiade Musim Dingin Beijing. Dalam bidang implementasi, Beijing melakukannya dengan sangat bagus. Olimpiade Musim Dingin Beijing telah dapat menjadi patokan bagi ketentuan baru Olimpiade", demikian dikatakan oleh Bach. Sementara itu, Bach juga menyatakan kepuasannya terhadap program pemasaran Olimpiade Musim Dingin Beijing sejauh ini.

Stop Play
Terpopuler
• Presiden dan Ketua DPR Indonesia Ucapkan Selamat Tahun Baru
• Festival Kuliner Tiongkok Digelar di Thailand
• Xi Jinping Kirim Kawat Simpati Atas Jatuhnya Pesawat Iran
• AS: Terkejut dengan Laporan Senjata Kimia Suriah
• Xi Jinping: Tingkatkan Kerja Sama Multi Partai
• Menhan AS: Akan Perluas Kerja Sama Anti Terorisme dengan Indonesia
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040