Jubir Kemlu Tiongkok Bantah Pernyataan Mantan Presiden Maladewa
  2018-02-09 14:00:59  Kantor Berita Xinhua

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang kemarin (8/2) menyatakan, pernyataan Mantan Presiden Maladewa Mohamed Nasheed tentang apa yang disebut Tiongkok ikut serta dalam "perampokan tahan" adalah omong kosong belaka.

Mantan Presiden Maladewa Mohamed Nasheed belakangan ini menyatakan, Presiden Abdulla Yameen menjual kedaulatan Maladewa dalam proses memperbesar kekayaan pribadi. Tiongkok dan kekuatan asing lainnya ikut serta dalam "perampokan tanah" Maladewa, termasuk infrastruktur kunci dan sarana publik yang penting.

Mengenai hal tersebut, Geng Shuang menyatakan, selama tahun-tahun terakhir ini, Tiongkok dan Maladewa bekerja sama untuk mendorong pembangunan infrastruktur dan proyek kesejahteraan rakyat di atas dasar saling menghormati dan kesetaraan, memainkan peranan positif dalam transformasi ekonomi dan perbaikan kondisi kehidupan rakyat. Bantuan Tiongkok kepada Maladewa tidak disertai syarat politik apapun, sama sekai tidak merugikan kedaulatan dan kemerdekaan Maladewa, apalagi membahayakan keamanan di kawasan Samudera Hindia. Kerja sama yang bersahabat antara Tiongkok dan Maladewa berorientasi segenap rakyat Maladewa, sesuai dengan kepentingan bersama kedua negara dan rakyat.

Stop Play
Terpopuler
• Xi Jinping Temui Pangeran Andrew Edward
• Xi Jinping Sebut Tiongkok Akan Berkembang dalam Lingkungan Keterbukaan
• Xi Jinping Memimpin Sidang Pertama Komisi Pekerjaan Urusan Luar Negeri Komite Sentral PKT
• Tiongkok Siap Berikan Pembalasan Terhadap Tarif Impor Baru AS
• Wang Yi Temui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho
• Xi Jinping Adakan Pembicaraan dengan Presiden Zimbabwe
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040