Semenanjung Korea Butuh Resolusi Damai
  2018-02-13 11:31:28  CRI

Setelah Korea Utara dan Korea Selatan mencapai terobosan diplomatik selama Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang, masyarakat internasional mengharapkan Korut dan Korsel bisa terus mempertahankan interaksi, demi membuka pintu bagi perundingan Semenanjung Korea.

Namun yang patut disinggung adalah, di tengah harapan tersebut, ada beberapa negara menyatakan sikap yang berlawanan. Menurut berita, pemimpin Jepang dalam pertemuan dengan pemimpin Korsel menyatakan, saat ini bukanlah waktu untuk menunda latihan militer gabungan Korsel-AS, mengadakan latihan militer gabungan sesuai jadwal sangatlah penting. Namun Presiden Korsel Moon Jae-in mengatakan kepada pemimpin Jepang bahwa ditunda atau tidaknya latihan gabungan Korsel-AS merupakan masalah yang berkaitan dengan kedaulatan dan urusan dalam negeri Korsel, pemimpin Jepang tidak sepantasnya menyinggung masalah tersebut.

Sebagai tetangga Semenanjung Korea, prinsip Tiongkok adalah membantu tetangga yang berada dalam kesulitan. Saat situasi Semenanjung Korea memanas, Tiongkok menjadi juru damai yang secara kukuh mendorong perundingan. Tentu saja Tiongkok juga mendukung interaksi positif antara Utara dan Selatan selama Olimpiade Musim Dingin Peyongchang. Tiongkok berharap dialog antara kedua Korea pada Olimpiade Pyeongchang dapat ditransformasi menjadi dialog rutin pada masa depan. Interaksi itu juga diharapkan dapat diperluas menjadi dialog antara Korut dan AS, dan semua pihak harus berupaya demi mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea.

Stop Play
Terpopuler
• Presiden dan Ketua DPR Indonesia Ucapkan Selamat Tahun Baru
• Festival Kuliner Tiongkok Digelar di Thailand
• Xi Jinping Kirim Kawat Simpati Atas Jatuhnya Pesawat Iran
• AS: Terkejut dengan Laporan Senjata Kimia Suriah
• Xi Jinping: Tingkatkan Kerja Sama Multi Partai
• Menhan AS: Akan Perluas Kerja Sama Anti Terorisme dengan Indonesia
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040