“Tiongkok Bukan Musuh AS”

2018-10-09 16:37:00  

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence belum lama yang lalu menyampaikan pidato yang berisi berbagai tuduhan tanpa alasan terhadap kebijakan dalam dan luar negeri Tiongkok, sehingga semakin “mendinginkan” hubungan Tiongkok-AS. Pemerintah Tiongkok membantah keras atas tuduhan Pence dan menyebutnya sebagai “perekaan, pemutarbalikan fakta serta kebohongan dan pengada-adaan tanpa dasar”.  Baru-baru ini, mantan Menteri Luar Negeri AS Colin Powell di pemerintahan George W. Bush dan mantan Menteri Luar Negeri wanita pertama AS, Madeleine Albright pada masa pemerintahan Bill Clinton sempat diwawancarai CNN, di mana mereka dengan tegas menyatakan bahwa “Tiongkok bukanlah musuh Amerika, dan AS tidak boleh melancarkan perang dingin baru melawan Tiongkok.”

Madeleine Albright dalam wawancaranya dengan CNN menyatakan, tak pelak lagi, Tiongkok adalah negara besar yang tengah bangkit, ini di satu pihak adalah hasil sejarah dan hasil perjuangan rakyat Tiongkok pada zaman sekarang; di pihak lain, hal ini terjadi karena AS gagal mengemban tanggung jawab internasional sehingga telah menyediakan ruangan bagi kebangkitan Tiongkok.

Sementara itu, Colin Powell menunjukkan, perkembangan Tiongkok telah mendatangkan banyak manfaat bagi AS. Produk Tiongkok yang bermutu tinggi dengan harga rendah memenuhi kebutuhan warga AS. Perang dagang yang dilancarkan AS justru melukai para konsumen AS. Ia berpendapat, sebanyak 300 ribu mahasiswa Tiongkok yang melanjutkan studi di AS membayar seutuhnya biaya sekolah kepada perguruan tinggi AS, akan tetapi ada orang dari Gedung Putih malah mengusulkan untuk mengusir mahasiswa Tiongkok dari AS. Usulannya tidak akan disanggupi rektor dari kebanyakan universitas.

Powell pernah menjabat sebagai Asisten Keamanan Negara Presiden, Ketua Gabungan Kepala Staf dan Menlu AS. Ia berpengalaman yang mendalam mengenai pertarungan Tiongkok di bidang militer dan kerja sama diplomatik. Oleh karena itu, Powell mengusulkan penyelesaian masalah melalui pendekatan diplomatik dan dialog. Menurut Powell, Gedung Putih yang berkuasa sekarang masih kekurangan strategi mengenai Tiongkok, dan Pentagon masih sibuk memposisikan Tiongkok dan Rusia sebagai musuh. Untuk itu, Powell dengan khidmat menyatakan, AS tidak pantas berbuat demikian, harus mengusahakan dialog dan kontak, dan harus mengakui perbedaan negara lain dengan AS.

Mantan Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger merupakan pelopor dalam proses kontak AS dengan Tiongkok. Pada bulan lalu, Kissinger menghadiri kegiatan peringatan HUT ke-50 Woodrow Wilson International Center for Scholars (Wilson Center). Dalam pidatonya Kissinger menyatakan, perdamaian dan kemakmuran dunia dewasa ini akan tergantung pada upaya bersama AS dan Tiongkok, walaupun pendapatnya sering berselisih, namun paling sedikit kedua negara harus mampu mengontrol perselisihannya. Selain itu, kedua pihak hendaknya menetapkan target-target yang bisa mendekatkan kedua negara.

Kissinger menekankan, masalah antara AS dan Tiongkok bukanlah menang atau kalah, melainkan bagaimana kedua negara memelihara dialog untuk melanjutkan ketertiban dan keadilan internasional.

Komentar
赵颖