Menlu Tiongkok Adakan Briefing Pers Mengenai Kunjungan Li Keqiang Ke Singapura dan Kehadirannya di Serangkaian KTT Kerja Sama Asia Timur

2018-11-09 12:05:42  

 

XINHUA: Kementerian Luar Negeri Tiongkok hari Kamis kemarin (8/11) mengadakan briefing pers mengenai kunjungan resmi Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang ke Singapura dan kehadirannya di serangkaian Pertemuan Pemimpin Kerja Sama Asia Timur. Asisten Menteri Luar Negeri Tiongkok, Chen Xiaodong memperkenalkan keadaan terkait dan menjawab pertanyaan wartawan.

Chen Xiaodong memperkenalkan, Atas undangan Perdana Menteri Republik Singapura Lee Hsien Loong, dari tanggal 12 hingga 16 November, Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang akan mengadakan kunjungan resmi ke Singapura serta menghadiri Pertemuan Pemimpin Tiongkok-ASEAN (10 plus 1) ke-21, Pertemuan Pemimpin Tiongkok-Jepang-Korea Selatan (10 plus 3) ke-21 dan Pertemuan Puncak Asia Timur (EAS) ke-13.

Pertama, mengadakan kunjungan ke Singapura.

Chen Xiaodong menaytakan, Singapura adalah negara tetangga penting di sekitar Tiongkok, dan juga negara ketua bergilir ASEAN tahun ini. Sejak dijalinnya hubungan diplomatik Tiongkok-Singapura, hubungan bilateral telah mencapai kemajuan pesat. Selama kunjungan kenegaraan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Singapura pada tahun 2015, kedua negara telah menjalin Kemitraan Kerja Sama Serba Bidang Yang Maju Dengan Zaman. Kini, hubungan Tiongkok-Singapura terus memelihara kecenderungan perkembangan yang baik, komunikasi tingkat tinggi diadakan kerap kali, kerja sama pragmatis mencapai hasil kaya, pembangunan bersama Satu Sabuk Satu Jalan menjadi peluang penting bagi hubungan kedua negara, kerja sama dan perkembangan. Kunjungan kali ini akan merupakan kunjungan perdana menteri Tiongkok ke Singapura lagi sesudah 11 tahun, juga merupakan kunjungan resmi pertama kali Perdana Menteri Li Keqiang ke Singapura, maka memiliki makna penting bagi pemajuan hubungan kedua negara.

Kedua, menghadiri serangkaian pertemuan pemimpin kerja sama Asia Timur.

Chen Xiaodong menunjukkan, tahun ini adalah 15 tahun penggalangan Kemitraan Strategis Tiongkok-ASEAN dan juga Tahun Inovasi Tiongkok-ASEAN. Menghadapi unilateralisme dan proteksionisme, negara-negara di kawasan ini aktif mengupayakan kerja sama regional, kerja sama Tiongkok-ASEAN berkembang mantap, kerja sama Tiongkok- Jepang- Korea Selatan dihidupkan kembali, perundingan mengenai Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) sudah dipercepat. Situasi di Laut Tiongkok Selatan sedang mereda. Sementara itu, peraturan dan tata kelola internasional sedang menghadapi tantangan, ancaman keamanan non-tradisional menonjol, unsur yang tidak stabil dan tidak pasti di sekitar Tiongkok telah bertambah.

Mengenai Pertemuan Pemimpin 10 Plus 1, Chen Xiaodong menyatakan, Tiongkok selalu memandang ASEAN sebagai arah prioritas dalam diplomasi Tiongkok dengan negara-negara di sekitarnya, mendukung pembangunan Komunitas ASEAN, mendukung status pusat ASEAN di dalam kerja sama regional Asia Timur, mendukung ASEAN memainkan peranan lebih besar dalam urusan internasional dan regional.

Mengenai Pertemuan Pemipin 10 Plus 3, Chen Xiaodong menyatakan, 10 Plus 3 sebagai jalur utama kerja sama Asia Timur, telah terbentuknya struktur kerja sama yang multi arah, luas bidang dan berbagai lapisan, daya pengaruhnya semakin diperluas. Kerja sama 10 Plus 3 tahun ini menghadapi peluang perkembangan yang menguntungkan. Kerja sama Tiongkok- Jepang- Korea Selatan memperlihatkan kembali kecenderungan positif, hubungan Tiongkok-Jepang, serta hubungan Tiongkok-Korea Selatan sudah membaik sehingga telah memberikan dinamika baru kepada perkembangan 10 Plus 3.

Mengenai Pertemuan Puncak Asia Timur (EAS), Chen Xiaodong menyatakan bahwa EAS sebagai “forum strategis yang dibimbing oleh Pemimpin negara”, merupakan platform penting para pihak untuk membahas masalah strategis penting dan mengembangkan kerja sama yang pragmatis.

Komentar
马宁宁