Film-film Indonesia Tayang di BJIFF

2019-05-03 10:24:06  

 

图片默认标题_fororder_p2548679769

Selama tahun-tahun belakangan ini, Indonesia semakin memperhatikan perkembangan perfilman, dan mempererat pertukaran dan kerja sama antar berbagai negara di sepanjang “sabuk dan jalan”. Film dan budaya Indonesia berangsur-angsur diketahui oleh masyarakat Tiongkok, dan mendapat reaksi positif., baik film Indonesia yang ditayangkan pada pekan film Indonesia di Beijing tahun lalu, maupun segmen Sulawesi yang muncul dalam film The Wondering Earth yang baru ditayangkan di daratan Tiongkok. Di depan Festival Film Internasional Beijing BJIFF kali ini, pastilah para penonton dapat menikmati film-film seru dari Indonesia.

Sebanyak tiga film Indonesia yang akan ditayangkan di BIJFF kali ini, antara lain Keluarga Cemara, Yowis Ben dan Love For Sale. Dalam acara hari ini akan kami perkenalkan kembali ketiga film Indonesia itu kepada para pendengar.

Keluarga Cemara--Tidak semua sinetron punya cerita yang mengada-ngada dan burul Di era ’90-an, sebuah sinetron berjudul Keluarga Cemara yang tayang mulai tahun 1996 punya jalan cerita yang sangat menarik untuk ditonton. Cerita sinetron yang satu ini memberikan banyak pengalaman yang menyenangkan.

Berkisah tentang sebuah keluarga kecil yang penuh lika-liku kehidupan. Sinetron berjudul Keluarga Cemara tersebut kini hadir dalam versi yang lebih segar di layar lebar. Berikut jalan ceritanya:

Kisah legendaris Abah, Emak dan anak-anaknya dari sebuah sinetron kemudian  diangkat menjadi sebuah film. Hampir sama dengan sinetronnya, film ini akan mengisahkan Abah (Ringgo Agus Rahman) yang dahulunya kaya dan modern, tiba-tiba jatuh miskin. Dari sini Abah kemudian harus memimpin keluarganya dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang ia miliki.

Beruntung ia punya Emak (Nirina Zubir) yang selalu setiap mendampingi dan membuat Abah bisa bertahan. Tak jarang terjadi perbedaan pendapat, apalagi ketika sedang bersama anak-anaknya, namun keluarga Abah selalu punya cerita-cerita yang seru dan menyenangkan.

Ditambah lagi, beberapa ikon Keluarga Cemara seperti rumah sederhana, obak dan becak yang akan kamu lihat di dalam filmnya. Akan ada konflik-konflik keluarga yang mungkin relevan dengan kehidupan sehari-hari serta momen-momen hangat yang menebar banyak canda.

Film yang satu ini dipastikan akan benar-benar menguras emosi penonton. Bagaimana seorang kepala keluarga memimpin istri dan anak-anaknya untuk bertahan menghadapi berbagai macam rintangan dalam perjalanan hidup.

Pemeran Keluarga Cemara--Ringgo Agusrahman di film ini dipercaya menjadi sosok Abah. Meskipun berbeda dengan sosok Abah yang ikonik di dalam sinetronnya, namun Abah versi Ringgo tampak tetap menyenangkan dan tentu saja bijak. Sementara peran Emak dimainkan oleh Nirina Zubir yang mampu menempatkan dirinya sebagai penenang bagi keluarga.

Jika biasanya Nirina tampil lucu dan riwil seperti di film-film komedi yang pernah diperankannya, kali ini Nirina menjadi sosok Ibu yang menjadi tempat bersandar bagi seluruh anggota keluarga.

Karakter Euis yang menggemaskan diperankan oleh Zara JKT48 yang berperan sebagai kakak alias anak yang paling senior dari Abah dan Emak. Cemara alias Ara diperankan oleh Widuri Putri Sasono, putri pasangan Dwi Sasono-Widi Mulia, menjadi tombak dari cerita ini, setidaknya seperti sinetronnya.

Apabila dilihat dari trailernya, film KELUARGA CEMARA kali ini dikemas dengan nuansa lebih kekinian. Meski begitu, beberapa barang ikonik serta pesan moral yang disampaikan tak lantas hilang begitu saja lho. Ada rumah sederhana, opak dan becak yang dulu sangat familier di cerita sinetronnya.

Ditambah lagi, beberapa dialog keluarga yang disampaikan dalam film ini terasa begitu mengena di dalam hati. Contohnya saja saat mereka berdiskusi di meja makan sampai ketika Euis merasa marah dan malu karena Abahnya mendadak jatuh miskin.

图片默认标题_fororder_p2549865997

Love for Sale--Love for Sale yang diproduksi Visinema Pictures dikemas dalam cerita yang sarat ironi, seksi, dan menghanyutkan.

Penulis sekaligus sutradara Andibachtiar Yusuf berhasil menyajikan film tentang kehidupan lajang yang tak biasa. Pasalnya, selama ini film tentang lajang objeknya sering perempuan. Kisah klise pun bergulir, yakni lama sendiri, jatuh cinta dengan bumbu drama, dan berakhir bahagia.

Sinopsis Love for Sale, Kesepian dari Sudut Pandang Maskulin

KEHIDUPAN Richard Wijaya (Gading Marten) dalam film Love for Sale digambarkan bergerak statis nyaris setiap hari. Sebagai lajang yang sudah berusia 41 tahun, Richard tinggal sendiri di tingkat dua kantor percetakannya.

Setiap pagi, dia bangun hanya mengenakan kaus dan celana dalam. Setelah itu, dia membuat mi instan, menyetel piringan hitam yang memutar lagu Indonesia lawas, bermain dengan sahabatnya, seekor kura-kura besar, dan menonton televisi terutama siaran sepak bola sampai bosan.

Di lain hari, Richard kerap bertemu teman-temannya untuk menonton bareng tayangan sepak bola liga mancanegara. Saat hari biasa, Richard menghabiskan waktu di kantornya. Sebagai pemilik perusahaan percetakan, Richard menjadi bos bagi anak buahnya. Percetakan itu merupakan usaha yang dirintis orangtua Richard.

Suata hari, salah satu teman Richard, Rudy (Rizky Mocil) akan menikah. Rudy dkk. kemudian menantang Richard untuk datang ke pesta pernikahan bersama pasangannya. Kendati bingung, Richard menyanggupi tantangan itu.

Alhasil, Richard kelimpungan mencari pasangan. Sampai suatu hari, Richard menemukan brosur tentang aplikasi biro jodoh.

Mulanya Richard ragu untuk memakai aplikasi itu. Akan tetapi, karena terdesak waktu, akhirnya Richard mau mencoba. Apalagi, aplikasi bernama Love.Inc itu tak hanya untuk mencari jodoh, tapi bisa juga untuk sekadar mencari teman ke undangan pernikahan. Richard tak pernah menyangka, kenekatan dia memakai aplikasi itu berbuntut panjang.

Arini Kusumah (Della Dartyan), gadis manis berusia 24 hadir di pintu rumah Richard malam itu. Senyumnya ramah dan hangat. Dia mencari tahu profil Richard lewat aplikasi dan menemukan kalau kliennya itu penggemar sepak bola.

Kehadiran Richard bersama Arini tentu bikin heboh teman-teman Richard. Predikat Richard sebagai jomblo luruh juga karena kedatangan Arini.

Sepulang dari pernikahan Rudy, Richard ingin menyudahi hubungan dengan Arini. Namun, niat itu urung terlaksana karena Arini dikontrak untuk 45 hari sehingga Richard harus bersama Arini selama itu.

Tinggal satu atap dengan Arini, Richard yang kesepian merasa mendapat warna baru dalam hidupnya. Arini memperlakukan Richard seperti kekasihnya. Perhatian-perhatian kecil Arini membuat Richard jatuh hati.

Kehadiran Arini di kehidupan Richard juga mengubah perangai Richard di kantor. Sebelum ada Arini, Richard kerap marah-marah kalau ada pegawainya yang tidak disiplin.

Sejak ada Arini, Richard jauh lebih santai dan menikmati hidup. Richard tak menyadari, kebahagiaan dia dibayangi kontrak kerja 45 hari Arini.

图片默认标题_fororder_thumb_1_283_390_20190409101742455013

Sinopsis 'YOWIS BEN', Ketika Harus Memilih Antara Band dan Cewek Yang Disukai

Tak banyak yang mencoba untuk mengangkat bahasa daerah ke dalam sebuah film. Namun, berbeda untuk film yang dibintangi oleh seorang youtuber asal Malang, Bayu Skak. Bayu yang juga bertindak sebagai co-sutradara ini berani menggarap filmnya yang 90% menggunakan bahasa Jawa bersama sang sutradara Fajar Nugros.

Meski penggunaan bahasa Jawa tergolong segmented, nyatanya membuat Bayu yakin akan antusiasme penikmat film Indonesia untuk mencoba suguhan baru tayangan layar lebar. Lahirlah film YOWIS BEN sebagai bentuk rasa cinta Bayu terhadap bahasa Jawa.

图片默认标题_fororder_MV5BMjUzMDViODgtZmJiOC00M2I3LWExNzAtYmY2YTk1NzMxNGNiXkEyXkFqcGdeQXVyNzA5MDUwNjU@__V1_SY1000_CR0,0,799,1000_AL_

YOWIS BEN bercerita tentang pemeran utama bernama Bayu yang merupakan seorang pelajar SMA di Malang. Bayu yang memiliki ambisi untuk bisa populer di sekolah dan mendapatkan perhatian dari cewek yang disukai bernama Susan, akhirnya ia membentuk sebuah grup band. Bersama tiga orang temannya, lahirlah nama Yowis Ben sebagai nama bandnya yang ia dapatkan secara tidak sengaja saat berlatih musik di sebuah studio.

 Melalui Yowis Ben, Bayu berusaha untuk bisa mendapat perhatian dan semakin dekat dengan Susan. Namun sayangnya, Bayu makin nggak fokus sama bandnya saat sudah berhasil dekat dengan cewek yang ia sukai. Mana yang bakal dipilih Bayu, band atau Susan?

Dalam film YOWIS BEN, penonton bakal diajak Bayu untuk menikmati indahnya kota Malang. Beberapa diantaranya adalah Kampung Warna-Warni Jodipan, Kampung Tridi, sampai Alun-Alun Kota Malang. Selain Bayu Skak, Joshua Suherman, Cut Meyriska, dan Brandon Salim juga turut berperan dalam film. Bahkan legenda komedian Jawa Timur yaitu Kartolo dan Sapari pun ikut hadir dalam film yang tayang pada 22 Februari 2018 itu.

Komentar
辛睿