Tiongkok dan Jepang Hendaknya “Saling Menerangi”

2019-08-13 12:28:34  

Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok dan Jepang baru-baru ini bersama-sama memimpin Dialog Strategis Tiongkok-Jepang putaran baru. Tiongkok dan Jepang menghidupkan kembali mekanisme dialog tersebut setelah 7 tahun berselang. Kedua pihak mengkonfirmasi akan aktif mengimplementasi kesepahaman penting yang dicapai oleh pemimpin Tiongkok-Jepang dalam pertemuan mereka di Osaka, serta berupaya menjalin hubungan Tiongkok-Jepang yang sesuai dengan permintaan era baru. Hal ini memperlihatkan bahwa hubungan Tiongkok-Jepang yang sebelumnya pernah mengalami kekandasan tersebut sedang membaik secara lebih lanjut dan telah memberikan sinyal yang positif.

Beberapa tahun belakangan ini, situasi dunia mengalami perubahan rumit. Di satu pihak, Amerika dengan sewenang-wenang menjalankan unilateralisme dan proteksionisme yang menimbulkan pergesekan perdagangan dalam lingkup internasional, sehingga ekonomi global menghadapi risiko besar. Jepang juga merasakan tekanan besar perdagangan yang diberikan oleh Amerika. Tiongkok dan Jepang sebagai dua ekonomi terbesar di Asia, memiliki kepentingan bersama dalam memelihara multilateralisme dan tata perdagangan bebas.

Di pihak yang lain, Tiongkok dan Jepang adalah tetangga yang tak mungkin dipindahkan, bersifat saling mengisi dan kepentingannya saling berkaitan.

Di bawah latar belakang tersebut, hubungan Tiongkok-Jepang sedang terus membaik. Selama pertemuan puncak G-20 di Osaka pada Juni lalu, Presiden Tiongkok, Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengadakan pertemuan dan berhasil mencapai 10 butir kesepahaman mengenai hubungan Tiongkok-Jepang yang sesuai dengan permintaan era baru, serta telah menunjukkan arah dan jalur bagi hubungan bilateral.

Dialog Strategis kali ini dihidupkan kembali setelah berselang selama 7 tahun, tujuannya adalah untuk mengimplementasi kesepahaman penting pemimpin kedua negara dalam pertemuan Osaka. Ke depannya, kedua pihak hendaknya “saling menerangi”, terutama dengan bimbingan 10 butir kesepahaman hubungan Tiongkok-Jepang. Terus meningkatkan saling kepercayaan politik, meningkatkan kerja sama saling menguntungkan di bidang inovasi iptek, pelestarian hak kekayaan intelektual, ekonomi, perdagangan, investasi, keuangan, moneter, kedokteraan, perawatan pensiun, penghematan energi, pelestarian lingkungan dan pariwisata. Sementara itu juga aktif mengembangkan pertukaran antar masyarakat, dan meningkatkan saling pengertian rakyat. Tiongkok dan Jepang sebagai ekonomi kedua dan ketiga besar di dunia memiliki kewajiban untuk bersama-sama memelihara perdagangan bebas dan multilateralisme, khsususnya pada saat globalisasi ekonomi mengalami kendala seperti saat ini, menjadikan inisiatif Sabuk dan Jalan serta pembangunan Zona Perdagangan Bebas Tiongkok- Jepang- Korea Selatan sebagai platform kerja sama penting, agar hubungan Tiongkok-Jepang menjadi unsur positif dan penting dalam menjaga perdamaian dunia dan pendorongan pembangunan bersama.

Komentar
张京华