Wang Qishan Hadiri Acara Pembukaan Imperial Springs International Forum

2019-12-02 12:09:43  

Menurut Kantor Berita Xinhua, Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan menghadiri Imperial Springs International Forum di Guangzhou pada hari Minggu kemarin (01/12).

Pada kesempatan itu, Wang Qishan mengatakan, perdamaian dan perkembangan adalah tema zaman, multilateralisme adalah pilihan yang yang tak dapat dihindari oleh umat manusia, memperluas kerja sama dan berkembang bersama adalah kebutuhuan luas berbagai negara di dunia, praktek multilateralisme yang merupakan asas tujuan dan prinsip piagam PBB membuahkan hasil bernas. Kini, struktur politik ekonomi dunia mengalami perubahan yang mendalam, industri dan perubahan teknologi putaran baru berkembang pesat, ciri khas diversifikasi kepentingan dan keanekaragaman pikiran lebih jelas, tantangan yang dihadapi bersama lebih menonjol, dan sistem pemerintahan internasional perlu dikembangkan sesuai dengan zaman. Beberapa tahun terakhir ini, globalisasi ekonomi menempuh jalan yang berliku, unilateralisme, proteksionisme dan populisme bangkit menyerang konsep multilateralisme dan tata tertib. Pilihan membaur atau berpisah, bekerja sama atau berkonflik, dunia menantikan jawaban yang rasional.

Wang Qishan mengatakan, Tiongkok adalah praktisi dan pembela multilateralisme, juga adalah penerima manfaat dan pendorong. Tiongkok selalu berpegang teguh pada asas tujuan dan prinsip piagam PBB, secara luas berpartisipasi dalam organisasi internasional dan konvensi internasional, dengan aktif memikul tanggung jawab internasional dan menaati peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan memberi kontribuksi penting dalam mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi dunia. Tiongkok secara inisiatif membuka pasar, mengajukkan inisiatif Sabuk dan Jalan untuk membangun bersama dan membagikan peluang perkembangan Tiongkok dengan dunia. Tiongkok berpegang teguh pada pembangunan yang damai, dengan tegas mendukung multilateralisme, dengan demikian dapat memelihara lingkungan pembangunan negaranya sendiri dan menyejahterakan dunia dengan perkembangan Tiongkok. Perkembangan Tiongkok tidak bertujuan untuk menggantikan negara mana pun. Tiongkok tidak akan melakukan ekspansi dan hegemonisme, melainkan membangun bersama dan berbagi bersama dengan pandangan pemerintahan global yang berkonsultasi bersama, untuk mendorong perwujudan demokrasi hubungan internasional.

Wang Qishan menekankan, Tiongkok menyarankan pembentukan hubungan internasional tipe baru dan menciptakan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia, hal ini berakar dari ide tradisional dalam budaya Tionghoa “dunia milik bersama” dan “harmoni dalam keragaman”, dengan target menciptakan dunia yang lebih makmur dan indah, dengan kerja sama, kemenangan bersama dan keadilan sebagai intinya, dengan peraturan internasional sebagai dasarnya, dengan mekanisme multilateral sebagai dukungannya, dengan tindakan efektif sebagai panduannya. Pendirian Tiongkok sesuai dengan arus zaman, menyumbangkan kecerdasan dan kekuatan Tiongkok demi reformasi sistem pengelolaan dan pembangunan internasional di era baru.

Wang Qishan mengatakan, pembangunan berkelanjutan adalah kunci emas untuk menjalankan praktek baru kerja sama multilateralisme. Tiongkok menjadikan pembangunan berkelanjutan sebagai strategi negara, menjalankan konsep pembangunan baru, mendorong ekonomi berkembang dengan berkualitas tinggi, mengkoordinasikan hubungan antar ekonomi, sosial dan lingkungan, membentuk metode pembangunan hijau dan gaya hidup hijau. Tiongkok bersedia bersama dengan komunitas internasional, melaksanakan agenda pembangunan berkelanjutan 2030 secara menyeluruh, secara aktif ambil bagian dalam kerja sama internasional untuk menangani perubahan iklim, membuka jalan pembangunan berkelanjutan yang baru, menciptakan ekonomi dunia yang terbuka dan berbagi bersama, membangun komunitas bahagia yang sejahtera dan inklusif, mendirikan rumah indah permai yang harmonis dengan alam.

Selama forum tersebut, Wang Qishan mengadakan pertemuan singkat dengan beberapa tokoh antara lain Ketua Aliansi Pemimpin Dunia Vaira Vike-Freiberga.

Komentar
陈曦