Xi Jinping Temui Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia Nikolai Patrushev

2019-12-03 11:57:32  

Presiden Tiongkok Xi Jinping hari Senin kemarin (2/12) di Beijing mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia Nikolai Patrushev yang datang ke Tiongkok untuk menghadiri Konferensi Mekanisme Kerja Sama Keamanan Penegakan Hukum Tiongkok-Rusia dan Konsultasi Keamanan Strategis Tiongkok-Rusia.

Xi Jinping menunjukkan, Tiongkok dan Rusia tahun ini berhasil mengadakan kegiatan perayaan genap 70 tahun penggalangan hubungan diplomatik kedua negara. Hubungan kedua negara telah memasuki era baru. Menghadapi situasi internasional yang rumit dan berubah-ubah, Tiongkok dan Rusia perlu semakin erat dalam bekerja sama, saling menjadi mitra strategis yang selalu tulus dan dapat dipercaya, serta saling memberi dukungan strategis yang tegas dan kuat.

Xi Jinping menekankan, tahun ini negara-negara Barat termasuk Amerika banyak mengintervensi urusan dalam negeri Tiongkok dan Rusia, mengancam keamanan kedaulatan kedua negara, serta menghalangi pertumbuhan ekonomi dan sosial kedua negara. Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa tindakan tersebut sepenuhnya salah, merugikan orang lain dan diri sendiri. Tiongkok sangat menyetujui pernyataan Presiden Putin tersebut. Xi Jinping mengatakan dirinya yakin bahwa tiada kekuatan apa pun yang dapat menghalangi langkah rakyat dan bangsa Tiongkok untuk maju, rakyat Rusia juga tidak akan terganggu oleh intervensi dari luar dan akan terus menempuh jalan pembangunannya sendiri.

Nikolai Patrushev menyatakan, hubungan Rusia-Tiongkok kukuh dan tak dapat dirusak. Serangkaian kebijakan Amerika dewasa ini tidak hanya merugikan kepentingan Tiongkok dan Rusia, juga mengganggu sistem dan aturan hukum internasional. Rusia dan Tiongkok memiliki pendirian yang sama dan mirip mengenai sejumlah besar masalah internasional yang penting, kedua pihak hendaknya terus berkoordinasi dengan erat, melindungi kedaulatan dan keamanan masing-masing, menjaga kestabilan strategi internasional, mendorong multipolarisasi dan demokratisasi hubungan internasional, serta melindungi hukum internasional dan aturan hukum internasional yang adil.

Komentar
张京华