Donald Trump Tiba-Tiba Ubah Sebutan Virus Untuk Suara Pemilihan dan Ventilator

2020-03-26 14:21:59  

Selama beberapa hari ini, dalam kontroversi antara Tiongkok dan AS muncul perubahan lagi. Pada Senin lalu (23/3), Wapres AS Mike Pence menyatakan, dibandingkan dengan penanganan wabah sebelumnya, upaya Tiongkok untuk melawan wabah Covid-19 “lebih terbuka dan transparan”. Hari Senin juga, Presiden AS Donald Trump dalam Twitternya melukiskan pandemi Covid-19 dengan kata “virus”, sengaja menghindari sebutan ‘Virus Tiongkok” yang digunakannya sebelumnya. Hari Selasa, dia dalam wawancara dengan FOX News menyatakan, ia “tak akan membesar-besarkan lagi soal tersebut”, dan menunjukkan, ia pikir ia sudah menarik perhatian masyarakat.”

Sejak Donald Trump menggunakan kata “Virus Tiongkok”, banyak laporan menyatakan warganegara Tiongkok di AS maupun warganegara AS keturunan Tionghoa mengalami pelecehan dan bullying di AS. The New York Times juga menunjukkan “keturunan Asia lainnya di AS juga menghadapi ancaman, karena orang yang berprasangka tidak bisa membedakan mereka dengan orang Tionghoa di AS.

Tekanan politik di hadapan Trump semakin besar. Vox Media menyatakan, kelompok pemilih keturunan Asia di AS sedang menjadi besar, dan cukup penting dalam beberapa negara bagian yang “goyang-goyang”. Pihak Partai Demokrat dan Partai Republik   mengupayakan suara pemilihan. NBC menunjukkan, pemilih keturunan Asia di AS di tempat tertentu akan memutuskan siapa yang menang.

Di dunia internasional, semakin menonjol kebutuhan berhubungan persahabatan dengan Tiongkok. Singkat kata: AS tidak mempunyai material yang cukup untuk menanggapi wabah. Gubernur Negara Bagian New York Andrew Cuomo dengan terus terang mengatakan, kecuali ditambah penyediaan ventilator kepada Kota New York, kalau tidak, “26 ribu orang akan tunggu mati”. AS sedang berupaya mengimpor masker dan perlengkapan pelindung dari Tiongkok. Sebagai negara pembeli perlengkapan medis terbesar di Tiongkok, adalah sangat penting berhubungan baik dengan Tiongkok pada masa krisis ini. Tiongkok telah menyatakan bersedia memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan.

Komentar
陈曦