“4 Mempertahankan” Akan Dorong Hubungan Tiongkok-UE ke Level Yang Lebih Tinggi

2020-09-16 12:22:04  

“4 Mempertahankan” Akan Dorong Hubungan Tiongkok-UE ke Level Yang Lebih Tinggi_fororder_四个坚持2

Presiden Tiongkok Xi Jinping hari Senin lalu (14/9) di Beijing mengadakan pertemuan secara virtual dengan Kanselir Jerman Angela Dorothea Merkel, Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Ia mengajukan 4 butir pendirian agar Tiongkok dan Uni Eropa (UE) mempertahankan hidup berdampingan secara damai, keterbukaan dan koordinasi, multilateralisme serta dialog dan konsultasi, telah menetapkan arah dan bimbingan demi pembentukan Kemitraan Strategis Komprehensif Tiongkok-UE pada level lebih tinggi. Rangkaian kerja sama pragmatis yang dicapai kedua pihak itu telah mengeluarkan sinyal tegas dukungan Tiongkok dan UE kepada multilateralisme dan perdagangan bebas, telah menginjeksi stimulan kepada pemulihan perkembangan global.

Tahun ini adalah 45 tahun penggalangan hubungan diplomatik Tiongkok-UE. Meskipun wabah Covid-19 terjadi mendadak, tapi belum dapat mencegat komunikasi dan interaksi lapisan tinggi Tiongkok-UE. Dalam pertemuan itu, Xi Jinping mengajukan lebih lanjut pendirian penting tentang “4 mempertahankan”, melanjutkan dan memperkaya serangkaian penilaian tentang hubungan Tiongkok-UE, menunjukkan pemimpin tertinggi Tiongkok selalu menguasai arah perkembangan hubungan Tiongkok-UE secara strategis, prakarsa dan pendirian yang diajukannya menguntungkan Tiongkok dan UE mengesampingkan gangguan, berfokus pada kepentingan bersama, serta mengupayakan pembangunan bersama, maka memiliki makna realistis.

“4 Mempertahankan” Akan Dorong Hubungan Tiongkok-UE ke Level Yang Lebih Tinggi_fororder_四个坚持1

Pemimpin Uni Eropa menanggapi positif pendirian dan rancangan yang diajukan pemimpin tertinggi Tiongkok, menyatakan kesediaannya untuk meningkatkan kerja sama dengan Tiongkok dalam kerangka WHO, WTO dan organisasi lainnya, berharap dapat mengembangkan dialog di bidang HAM di atas dasar sama derajat dan saling menghormati, dan dengan layak menangani perselisihan dan perbedaan.

“Tiongkok mengupayakan perdamaian bukan hegemoni, Tiongkok bukan ancaman melainkan peluang, Tiongkok bukan saingan melainkan mitra”, itulah definisi pembangunan Tiongkok yang tegas dan jelas. Menghadapi perubahan besar yang tak ada taranya dalam sejarah, Tiongkok dan UE menguasai arah perkembangan hubungan bilateral, meningkatkan saling pengertian dan kepercayaan, memperluas kepentingan bersama dalam kerja sama, menginjeksi energi positif kedalam upaya masyarakat internasional dalam menanggulangi wabah, memulihkan ekonomi dan menjunjung keadilan.

Komentar
贲月梅