Diplomasi Koersif Akhirnya Isolasikan Politikus AS Sendiri

2020-10-17 16:22:14  

Diplomasi Koersif Akhirnya Isolasikan Politikus AS Sendiri_fororder_ruiping1

Menurut Harian Yomiuri Shinbun Jepang hari Jumat kemarin (16/10) , sejumlah pejabat sudah mengungkapkan bahwa Jepang telah memberitahukan Amerika Serikat (AS) tentang ketidak-hadirannya  dalam rencana AS yang mengesampingkan perusahaan Tiongkok dari  jaringan telekomunikasi. Dalam Dialog Ekonomi Strategis Korea Selatan - AS ke-5 pada hari Rabu lalu (14/10), pejabat Korea Selatan dengan alasan “pihak perusahaan mengambil keputusan final” menolak permintaan kasar AS untuk mengesampingkan Perusahaan Huawei di luar pembangunan jaringan 5G. Itu menunjukkan bawah “Diplomasi Koersif” tidak ada jalan keluar pada era globalisasi yang menganut multilateralisme dan kemenangan bersama.

Diplomasi Koersif Akhirnya Isolasikan Politikus AS Sendiri_fororder_ruiping2

Tahun ini, memfitnah Tiongkok selalu dijadikan sebagai topik pembicaraan inti dalam kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Eropa, Timur Tengah dan Amerika Latin. Meskipun sejumlah kecil negara bersikap hati-hati karena diancam oleh AS, tapi lebih banyak negara mengambil keputusan objektif dan rasional.

Selain memberikan tekanan kepada negara lain untuk membentuk apa yang disebut “kelompok anti-Tiongkok”, politikus AS juga memaksa negara lian bahkan negara sekutunya untuk mengikuti pimpinannya pada topik pembicaraan lain. Misalnya, AS sama sekali tidak mempertimbangkan kepentingan Jerman sebagai sekutunya, mencoba mengenakan sanksi untuk mencegah proyek Nord Stream 2 sebagai proyek kerja sama Rusia dan Jerman. Politikus AS juga berupaya menggunakan diplomasi koersif  dan politik kekuasaan terhadap Iran dan Venezuela.

Diplomasi Koersif Akhirnya Isolasikan Politikus AS Sendiri_fororder_ruiping3

Semua negara memiliki status setara pada hukum internasional biarpun besar apa kecil, kuat apa lemah, tiada negara manapun yang bersedia menerima paksaan. Semakin banyak negara sudah jelas bahwa perselisihan atau kontradiksi antara Tiongkok dan AS itu adalah masalah pemilihan multilateralisme atau unilateralisme, pemilihan kerja sama dan kemenangan bersama atau Zero Sum Game. Justru seperti komentar Kantor Berita AFP, pemerintah AS  telah rugi akibat “pemberian tekanan ekstrim” kepada negara lain sehingga dirinya sendiri “sangat terisolasi”.

Komentar
贲月梅