Pusat Bahasa Mandarin yang Semakin Banyak Memperlihatkan Kepercayaan Diri dan Keinklusifan Masyarakat Indonesia

2020-11-02 11:58:17  

Pusat Bahasa Mandarin yang Semakin Banyak Memperlihatkan Kepercayaan Diri dan Keinklusifan Masyarakat Indonesia

Di Indonesia sekarang terdapat 8 Pusat Bahasa Mandarin (atau disebut pula Confucius Institute) yang menempati urutan kedua dalam 10 anggota ASEAN. Pada Juni 2010, seiring dengan pertumbuhan lompatan kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap pendidikan bahasa Mandarin, didirikan 6 Pusat Bahasa Mandarin di Indonesia. Pada beberapa tahun kemudian, Kedubes dan Konsulat Jenderal Tiongkok di Indonesia terus menerima konsultasi informasi dari perguruan tinggi Indonesia yang ingin mendirikan pusat bahasa Mandarin dengan bekerja sama dengan perguruan tinggi Tiongkok. Dengan upaya bersama berbagai pihak, 2 Pusat Bahasa Mandarin baru didirikan lagi masing-masing di Solo dan Padang. Pada dunia sekarang ini, hal ini sepertinya hanya terjadi di negara yang penuh percaya diri dan inklusif.

Pusat Bahasa Mandarin yang Semakin Banyak Memperlihatkan Kepercayaan Diri dan Keinklusifan Masyarakat Indonesia

Kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap Pusat Bahasa Mandarin muncul bersamaan dengan terus memanasnya “Demam Bahasa Mandarin”. Sejak pemerintah Indonesia mencabut pembatasan terhadap bahasa Mandarin pada akhir 1990-an, pendidikan bahasa Mandarin yang pernah diputuskan itu pulih berkembang pesat di Negeri Seribu Pulau itu. Berbagai kursus swasta dan sekolah tribahasa bermunculan bagaikan jamur, sampai ke perguruan tinggi swasata dan nasional menawarkan bahasa Mandarin sebagai salah satu mata pelajaran pilihan bahkan membuka jurusan bahasa Mandarin. Selain itu, semakin banyak perusahaan mengharuskan karyawannya menguasai  bahasa Mandarin. Pasar Ujian Bahasa Mandarin (HSK) di Indonesia cukup besar, bahkan selama merebaknya wabah Covid-19, terdapat hampir 6000 pelajar terpengaruh, akhirnya 1160 orang di antaranya berhasil mengikuti “ujian dari rumah” secara virtual dengan upaya bersama berbagai pihak.

Komentar
马宁宁