Mengapa Indonesia Ingin Bergabung dalam BRICS

2020-11-19 08:55:51  

Mengapa Indonesia Ingin Bergabung dalam BRICS

KTT ke-12 BRICS digelar secara virtual pada 17 November 2020 dengan dihadiri para pemimpin dari lima negara anggota BRICS, termasuk pemimpin tertinggi Tiongkok, Xi Jinping. Pertemuan para pemimpin BRICS sempat menarik sorotan seluruh dunia karena dilatarbelakangi perubahan drastis situasi internasional di tengah penyebaran pandemi COVID-19. Solidaritas dan pembangunan bersama bakal menjadi kesepahaman bersama dan target tetap mancanegara.

Indonesia sebagai negara berkembang terbesar keempat di dunia menaruh perhatian khusus terhadap pertemuan BRICS kali ini. Dalam pertemuan Valdai Discussion Club yang digelar bulan lalu, Dino Patti Djalal, pendiri Foreign Policy Community of Indonesia(FPCI)menyatakan Indonesia tengah mengembangkan hubungan dengan BRICS dan berkeinginan masuk dalam mekanisme tersebut. Hal ini akan menguntungkan bagi BRICS.

Mengapa Indonesia Ingin Bergabung dalam BRICS

Dino mengatakan, Indonesia berharap menjadi salah satu anggota BRICS karena mekanisme itu dipandangnya sebagai teladan pelaksanaan kerja sama multilateral di bidang ekonomi. Keinginan Indonesia bergabung dalam BRICS tidak hanya untuk menyelesaikan kesulitan ekonomi dan sosial masa kini, juga demi perkembangan lebih pesat pada masa depan. Konsep “lima mempertahankan” atau solusi Tiongkok yang diajukan oleh Xi Jinping akan menjadi referensi bagi pembangunan Indonesia.

Mengapa Indonesia Ingin Bergabung dalam BRICS

Xi Jinping dalam pidato virtual mengatakan perlunya mempertahankan multilateralisme untuk memelihara perdamaian dan kestabilan dunia; mempertahankan persatuan dan kolaborasi untuk mengatasi tantangan pandemi; mempertahankan keterbukaan dan inovasi untuk mendorong pemulihan ekonomi dunia; mempertahankan prioritas hajat hidup rakyat untuk mendorong pembangunan berkelanjutan global; mempertahankan pembangunan hijau yang rendah karbon untuk mendorong kelangsungan hidup rukun dan harmoni antar manusia dan alam semesta. Kelima “mempertahankan” itulah yang menggaungkan suara paling lantang negara-negara BRICS yang berpedoman pada prinsip solidaritas dan maju bersama.

Mengapa Indonesia Ingin Bergabung dalam BRICS

Tiongkok tidak hanya memberikan kearifan bagi kerja sama BRICS, juga mengambil tindakan nyata untuk mengusahakan pembangunan berkelanjutan dengan harapan dapat mengatasi kesulitan dan tantangan melalui upaya bersama dengan sesama negara BRICS. Serangkaian aksi sudah dilancarkan Tiongkok untuk ini, antara lain, mendirikan Pusat Tiongkok Penelitian dan Pengembangan Vaksin; mendorong pembangunan Pusat Litbang Vaksin BRICS; mempersiapkan basis inovasi kemitraan revolusi industri baru BRICS; menegaskan kembali komitmennya untuk mencapai carbon neutral sebelum 2060.

Mengapa Indonesia Ingin Bergabung dalam BRICS

Solusi Tiongkok yang tergambar dalam pidato pemimpin tertinggi Tiongkok tidak sebatas kesimpulan terhadap pengalaman sukses pembangunan Tiongkok, tapi juga dapat dijadikan referensi dan peluang bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia dalam prosesnya menyelesaikan masalah domestik dan melakukan kerja sama internasional. Bersolidaritas dan berkembang bersama adalah motor penggerak sejati yang mendorong roda dunia ini terus bergulir ke masa depan.

Komentar
徐琳娜