Malapetaka Manusia di AS Kini Sedang Menggawat

2020-11-20 16:55:16  

Wabah AS kini hampir lepas kontrol. Dalam waktu satu minggu yang lalu, jumlah kasus terdiagnosa yang baru di AS rata-rata melebihi 160 ribu tiap hari, atau naik 77% dibandingkan dengan keadaan dua pekan yang lalu. Sampai tanggal 18 waktu setempat, jumlah total kasus kematian  wabah Covid-19 di AS melampaui 250 ribu. Sampai pekan lalu, sekitar satu juta 40 ribu anak dan remaja di AS positif tes Covid-19.

Akan tetapi, semua ini masih sulit menyentuh pihak berkuasa AS, di mata mereka seolahnya hanya tinggal pertarungan politik saja. Belakangan ini, pemimpin AS sekali lagi menyebut virus Covid-19 sebagai wabah Tiongkok dalam media sosial dan mencoba lagi menimpakan tanggung jawabnya kepada Tiongkok.
Tiongkok adalah negara yang paling awal melaporkan wabah dan ini tidak berarti wabah berasal dari Tiongkok. Semakin banyak info dan penyelidikan menunjukkan, di banyak negara di seluruh dunia telah ditemukan jejak virus, dan tak sedikitnya lebih dini daripada waktu ditemukannya virus di Tiongkok. Asal usul virus adalah suatu masalah ilmiah, baru dapat diberikan kesimpulan melalui penyelidikan  ilmuwan dan ahli kedokteran, siapa pun tidak berhak mempolitisasi pencarian sumbernya, lebih-lebih tidak boleh melabelisasi virus.
Dibandingkan dengan seriusnya wabah di AS, sikap pasif pihak penguasa AS yang membiarkannya serta manupulasi politik lebih-lebih mengerikan. Psikologi pihak apenguasa AS yang mengabaikan kenaikan resiko kesehatan publik serta sikap mati rasa terhadap keselamatan jiwa  rakyat AS akan mempergawat malapetaka manusia di negerinya.

Komentar
黄晓芳