Seminar Online Pelestarian Ekosistem Forum Kerjasama Internasional “Pan-Himalaya” Digelar

2021-02-03 15:46:51  

Seminar online pelestarian ekosistem Forum Kerjasama Internasional “Pan-Himalaya” yang diselenggarakan bersama oleh Kementerian Luar Negeri Tiongkok dan pemerintah Daerah Otonom Tibet kemarin malam (2/2) digelar bersama di Beijing dan Tibet. Para hadirin termasuk mantan sekjen PBB, Wakil Gubernur Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) serta Mantan Perdana Menteri Australia telah menyampaikan pidato. Para wakil dari 16 negara dan 3 organisasi internasional telah melakukan pembahasan mendalam berkisar pada kerjasama internasional di bidang perubahan iklim, serta pembangunan berkelanjutan ramah lingkungan dan karbon rendah.

Para hadirin menunjukkan, Tibet merupakan daerah dengan kualitas lingkungan paling bagus di dunia, juga merupakan daerah paling sensitif mengantisipasi perubahan iklim. Memilih Tibet untuk membahas kerjasama regional dan internasional di bidang perubahan iklim mempunyai makna realistis penting.

Seminar Online Pelestarian Ekosistem Forum Kerjasama Internasional “Pan-Himalaya” Digelar_fororder_himalaya3

Seminar Online Pelestarian Ekosistem Forum Kerjasama Internasional “Pan-Himalaya” Digelar_fororder_himalaya1

Seminar Online Pelestarian Ekosistem Forum Kerjasama Internasional “Pan-Himalaya” Digelar_fororder_himalaya2

Wakil Menlu Tiongkok Luo ZHaohui menyatakan, luas pelestarian ekosistem menduduki 50 persen total luas daerah otonom Tibet, hasil ini dicapai tidak mudah, dan memainkan peranan penting untuk mendorong peradaban ekologis, juga menyumbangkan kecerdasan dan kekuatan demi pembenahan ekosistem global.

Mantan Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan, suhu merata di seluruh dunia kini naik 1,1 derajat Celsius daripada masa industrialisasi, dan ada kemungkinan menerobos level 1,5 derajat Celsius. Krisis global harus dihadapi bersama oleh seluruh dunia, usaha penurunan emisi karbon rendah belum tentu mendatangkan beban ekonomi, melainkan akan mendatangkan peluang pembangunan berkelanjutan karbon rendah dan ramah lingkungan, sehingga mengubah pola ekonomi dunia secara mendasar.

Data menunjukkan, dari tahun 2005 hingga 2019, emisi karbon dioksida GDP per unit Tiongkok menurun 48,1 persen, Tiongkok sudah mewujudkan target aksi tahun 2020 secara lebih awal. Ke depannya, disamping mewujudkan target dirinya, Tiongkok akan terus membantu negara berkembang lainnya meningkatkan kemampuan terkait, dan memberikan kontribusi lebih besar demi penanganan iklim global.

Komentar
常思聪