Menlu Tiongkok Bertukar Pendapat dengan Menlu Indonesia dan Brunei Terkait Situasi Myanmar

2021-02-21 10:16:31  

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mengatakan pada 20 Februari kemarin, bahwa Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengadakan pembicaraan via telepon dengan Menteri urusan Diplomatik Brunei Paduka Haji Erywan dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi atas undangan mereka pada Jumat lalu (19/2), Ketiga pihak telah bertukar pendapat mengenai situasi Myanmar dewasa ini. Myanmar merupakan anggota ASEAN, Brunei yang menjabat Ketua bergilir ASEAN bersama negara besar regional Indonesia, sangat memperhatikan situasi Myanmar dewasa ini.

Hua Chunying menyatakan, Brunei dan Indonesia berpendapat, cara penyelesaian masalah Myanmar dalam jangka panjang harus ditemukan oleh rakyat Myanmar dirinya sendiri. ASEAN akan melakukan kontak konstruktif dengan Myanmar berdasarkan prinsip tidak mengintervensi urusan dalam negeri, agar situasi Myanmar cepat terpulih. Pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menyelenggarakan Konferensi Istimewa Menlu ASEAN secara informal. Tiongkok adalah negara tetangga Myanmar dan negara tetangga ASEAN, ASEAN berharap memelihara komunikasi dengan Tiongkok mengenai situasi Myanmar dan berharap Tiongkok mendukung dibukanya KTT Istimewa Menlu ASEAN.

Hua Chunying memperkenalkan, Menlu Tiongkok Wang Yi telah menguraikan pendirian Tiongkok.  Wang Yi menyatakan, Myanmar adalah negara tetangga rukun Tiongkok, juga salah satu anggota ASEAN. Tiada negara manapun lebih memperhatikan situasi Myanmar daripada Tiongkok dan ASEAN.

Kata Hua Chunying, Wang Yi dalam pembicaraan tersebut menekankan, Tiongkok mendukung prinsip ASEAN yang tidak mengintervensi urusan dalam negeri Myanmar dan berkonsultasi mencapai kesepakatan, memainkan peranan positif dengan menggunakan “cara ASEAN” dirinya, dan secepatnya mengadakan komunikasi dengan Myanmar. Tiongkok mendukung ASEAN membuka KTT Istimewa Menlu ASEAN secara informal. Tiongkok bersedia mempererat koordinasi dengan Brunei dan Indonesia serta negara ASEAN lainnya, memainkan peranan konstruktif dalam peredaan ketegangan situasi Myanmar dewasa ini.

Komentar
谢晓裕