Media AS: Kebohongan AS Terkait Xinjiang Berasal Laporan Palsu

2021-02-22 10:45:01  

Menurut media setempat AS, tuduhan pemerintah AS yang menyebut Tiongkok melakukan apa yang disebut genosida ras di Xinjiang hanya berdasarkan laporan dari seorang ekstremis agama sayap kanan, laporan ini menyertai angka palsu dan memutarbalikkan fakta dengan niat yang jahat.

Situs web Grey Zone AS Kamis lalu (18/2) menunjukkan, pemerintah AS dan sejumlah media arus utama Barat hanya berdasarkan laporan yang dikeluarkan seorang ekstremis agama sayap kanan bernama Adrian Zenz melayangkan tuduhan bahwa di Xinjiang terjadi apa yang disebut genosida ras.

Grey Zone mengatakan, setelah mengevaluasi laporan Zenz, pihaknya menemukan laporan tersebut dengan semaunya menggunakan angka dan bahan palsu serta memutarbalikkan kenyataan dengan niat yang jahat.

Grey Zone menunjukkan, dalam laporannya menulis bahwa penurunan jumlah penduduk etnis minoritas di sejumlah tempat Xinjiang bisa diidentifikasi sebagai genosida ras. Tapi menurut angka yang disertainya, jumlah populasi etnis Uighur Xinjiang meningkat tajam antara tahun 2010-2018, indeks pertumbuhan populasi etnis Uighur Xinjiang antara tahun 2005-2015 lebih tinggi dari pada etnis Han. Angka ini bertentangan dengan komentarnya. Selain itu, Zenz menodai penyebarluasan pelayanan pengobatan publik sebagai fakta genosida ras, dan memproduksi angka palsu terkait operasi keluarga berencana Xinjiang untuk membuktikan pandangannya.

Laporan Grey Zone menunjukkan, sejumlah media arus utama Barat menilai Zenz sebagai ahli masalah Tiongkok, tapi tidak menyebut latar belakang politik dan agamanya. Zenz yang berasal dari Jerman adalah tokoh agama sayap kanan ekstrem, dan kini dipekerjakan oleh organisasi sayap kanan ekstrem Yayasan Peringatan Korban Komunisme (VOC) yang dibentuk oleh pemerintah AS.

Komentar
王伟光