Kemenlu Bantah AS Soal Serangan Siber

2021-07-22 11:11:27  

Menghadapi laporan yang dikeluarkan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS yang menyebut Tiongkok melancarkan serangan siber, jubir Kemenlu Tiongkok Zhao Lijian Rabu kemarin(21/7) menyatakan, apa yang disebut oleh laporan AS tersebut sama sekali memutarbalikkan putih dan hitam, seperti maling berteriak maling. Pada masalah keamanan siber, AS miskin kepercayaan, apa yang dikatakannya tak dapat dipercaya.

Dikabarkan, Badan Keamanan Infrastruktur dan Siber (CISA) Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Selasa lalu dalam laporannya mengatakan, 23 pengusaha operasi pipa gas alam AS yang diawasi pemerintah AS mengalami serangan siber antara tahun 2011-2013, dan berpendapat bahwa entitas yang didukung pemerintah Tiongkok melancarkan serangan siber.

Mengenai hal ini, Zhao Lijian membantah dengan fakta. Dia menunjukkan, AS adalah negara sumber terbesar yang menyerang siber Tiongkok.

Data statistik menunjukkan, pada tahun 2020, badan terkait Tiongkok menangkap lebih dari 4,2 juta malware, di antaranya, 53 persen berasal dari AS. Bahkan mitranya pun tidak terlepas dari kegiatan penyadapan dan pengawasan yang dilakukan AS. Pada tahun 2015, WikiLeaks mengungkapkan, Badan Keamanan Nasional AS telah melakukan penyadapan terhadap Kanselir Jerman Angela Merekel selama bertahun-tahun, juga melakukan penyadapan terhadap 125 nomor telepon yang selalu dipakai pejabat-pejabat Jerman. Pada tahun ini, Stasiun TV Denmark melaporkan, Badan Keamanan Nasional AS bekerja sama dengan badan intelijen Denmark, menyadap isi pembicaraan politikus-politikus penting Jerman, Prancis, Norwegia, Swiss dan Belanda.

Zhao Lijian menegaskan kembali bahwa Tiongkok dengan teguh menentang dan memberantas segala bentuk serangan siber, dan pendirian ini selalu konsisten dan jelas.

Komentar
赵颖