Peringkat Pertama AS di Dunia dalam Penanggulangan Pandemi Gagal Terwujud, Jumlah Kasus Kematian Covid-19 Melonjak Lagi

2021-07-22 14:56:06  

Peringkat Pertama AS di Dunia dalam Penanggulangan Pandemi Gagal Terwujud, Jumlah Kasus Kematian Covid-19 Melonjak Lagi

Peringkat Pertama AS di Dunia dalam Penanggulangan Pandemi Gagal Terwujud, Jumlah Kasus Kematian Covid-19 Melonjak Lagi

Data pandemi yang diumumkan baru-baru ini membuktikan bahwa khayalan AS untuk merebut peringkat pertama dalam penanganan wabah global pupus harapan.

Dikabarkan dari Reuters 19 Juli lalu, karena penyebaran cepat dari mutasi virus Corona varian Delta, dan kelambatan tingkat vaksinasi di banyak negara bagian AS, kasus terinfeksi Covid-19 AS melambung lagi, hal ini meningkatkan kekhawatiran warga AS terhadap wabah.

 

Menurut analisa Reuters, selama 30 hari lalu, kasus terinfeksi baru harian AS terus meningkat. Mulai 18 Juni sampai 18 Juli lalu, kasus baru harian bertambah dari 12.004 sampai 32.136 orang, dan jumlah orang yang dirawat di rumah sakit juga bertambah 21%, dari 16 ribu orang menjadi 19 ribu orang. Jumlah kematian minggu lalu jika dibandingkan dengan 7 hari sebelumnya bertambah 25%, yaitu setiap hari terdapat 250 orang tewas.

Peringkat Pertama AS di Dunia dalam Penanggulangan Pandemi Gagal Terwujud, Jumlah Kasus Kematian Covid-19 Melonjak Lagi

Meskipun jumlah kasus kematian Covid-19 terus melonjak, namun Bloomberg AS tetap menilai AS menduduki “peringkat pertama dalam penanggulangan wabah di dunia”. Sebagai media terkenal global, Bloomberg pernah terkenal “adil dan obyektif”, namun sekarang untuk memenuhi kebutuhan politik AS, dengan cara mengoreksi standar penilaian, dan tidak mempedulikan fakta jumlah kasus sebanyak 39 juta orang dan 620 ribu lebih kasus Kematian yang terbanyak di seluruh dunia, Bloomberg menjadikan AS sebagai No.1 sebelum Hari Kemerdekaan AS.

 

Komentar
赵颖