Web  indonesian.cri.cn  
Indonesia Gelar Festival Film Dokumenter Se-Asia Tenggara
  2017-08-21 09:47:06  Kantor Berita Xinhua

Film dokumenter dari Asia Tenggara kurang terdengar di dunia internasional dibandingkan dengan sejumlah negara Asia lainnya. Hal tersebut terjadi karena sineas film dokumenter Asia Tenggara, khususnya Indonesia, kurang memiliki jaringan serta dukungan dari para pemangku kepentingan.

Atas dasar hal itu, Badan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan In-Docs, sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada film dokumenter Indonesia, menyelenggarakan Docs by the Sea, sebuah platform bagi sineas film dokumenter se-Asia Tenggara.

Docs by the Sea bertujuan menghubungkan film-film dokumenter Indonesia dengan industri internasional yang infrastrukturnya jauh lebih terbangun. Menjadi tonggak sejarah baru film dokumenter Asia Tenggara, Docs by the Sea akan diselenggarakan pertama kali di Bali, Indonesia, 29-30 Agustus 2017 mendatang.

Menurut Amelia Hapsari, Direktur Program In-Docs, forum internasional semacam ini sangat penting bagi sineas film dokumenter. Pasalnya, ini adalah kali pertama sineas film dokumenter Asia Tenggara akan disorot secara penuh dalam forum internasional yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan.

"Beberapa film dokumenter Indonesia bisa masuk ke festival film internasional. Tapi ketika enggak ada dana, para film maker sangat berjuang untuk menjadikan filmnya unggul seperti film yang lain. Docs by the Sea adalah terobosan yang sangat baik," ujar Amelia Hapsari saat jumpa pers Docs by the Sea di @america, Pasific Place, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017).

Docs by the Sea akan dihadiri oleh 39 orang yang berasal dari berbagai kalangan, yaitu lembaga pendanaan, jaringan televisi internasional, pitching forum internasional, web platform, distributor, Film Festival Internasional, produser independen, dan filantropi, yang seluruhnya berasal dari 19 negara.

Nantinya, 10 proyek film dokumenter Indonesia, 15 proyek dari Asia Tenggara: Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Myanmar, serta 5 proyek dari India, Korea Selatan, kawasan Taiwan, Belanda, dan Iran akan mempresentasikan ide mereka di hadapan para pemangku kepentingan yang telah disebutkan di atas.

Pitching forum tersebut akan membuka potensi bagi para sineas dan hadirin untuk bekolaborasi, baik itu memberi pendanaan, membuka pintu distribusi, mentorship, atau hal-hal lain yang akan mendukung proses produksi dan distribusi film tersebut.

Stop Play
Terpopuler
• Korban Tewas Gempa di Meksiko Naik Jadi 120 Orang
• Li Keqiang dan PM Singapura Gelar Pembicaraan
• Tiongkok Puji Perjanjian Nuklir Iran sebagai Teladan bagi Penyelesaian Isu Panas Dunia Internasional
• Xi Jinping Sampaikan Surat Selamat kepada Ekspo Tiongkok-Negara Arab 2017
• RRT-Malaysia Jalin Kerja Sama Sertifikasi Halal
• Dialog Negara Emerging Market dan Negara Berkembang Canangkan Pola Kerja Sama "BRICS Plus"
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040