Web  indonesian.cri.cn  
Kota Kuno Qingyan Yang Mempesona
  2017-04-08 14:18:33  CRI

Kota Kuno Qingyan merupakan objek wisata kelas 5A di Tiongkok, yang terletak di pinggir kota Guiyang, provinsi Guizhou. Kota yang bersejarah lebih dari 600 tahun ini mulai dibangun pada Dinasti Ming, yang saat itu berada di bawah pemerintahan Kaisar Hongwu. Sebagian besar bangunan di kota ini yang dibangun pada Dinasti Ming dan Qing masih terawat dengan baik, sehingga Qingyan dijuluki sebagai salah satu kota kuno yang paling mempesona di Tiongkok. 

Karena terletak di bagian Selatan Guiyang, seorang ahli geografis Tiongkok pada zaman dulu, Xu Xiake dalam catatan perjalanannya pernah menyebut Qingyan sebagai Benteng selatan Guiyang. Benteng Qingyan yang ditujukan untuk keperluan militer ini, dibangun lebih awal 200 tahun dibandingkan kota kuno itu sendiri. Karena peperangan yang sering meletus, Qingyan kemudian pun mempunyai sistem militer yang sempurna, baik secara defensif maupun ofensif..

Kediaman Zhao Yijiong, pemenang ujian nasional pertama di Guizhou dalam sejarah kuno Tiongkok terletak di kota ini. Tokoh yang melegenda ini telah memberi nuansa budaya yang kental kepada Kota Kuno Qingyan.

Tingginya tingkat toleransi terhadap kenakeragaman budaya di Kota Kuno Qingyan terlihat dari kuil, masjid dan gereja yang memenuhi setiap sudut kota. Di sini, kita dapat dengan mudah merasakan keharmonisan antar umat beragama.

Jika mengunjungi Kota ini, janganlah lupa mencoba makanan kecil khas setempat. Salah satu yang paling digemari wisatawan adalah kaki babi kecap, bakso tahu dan lain-lain. Jika kebetulan hari raya tradisonal, kamu juga bisa mengikuti kegiatan tradisional yang diadakan masyarakat lokal.

Stop Play
Terpopuler
• Pertemuan ke-11 Organisasi Persahabatan Non Pemerintah Tiongkok-ASEAN Luluskan Deklarasi Siem Reap
• Perayaan HUT 50 Tahun ASEAN Digelar di Manila
• Daerah Otonom Mongolia Dalam Rayakan HUT ke-70
• Kepala Ekonom IMF: Tiongkok Akan Terus Menjadi Pendorong Utama bagi Pertumbuhan Ekonomi Dunia
• Presiden Filipina Rodrigo Duterte Temui Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi
• AS Didesak Hentikan Pengintaian di Dekat Wilayah Tiongkok
Indeks>>
Komentar Pembaca
• Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah :
• 0062813****0007
1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan !
• 0062813****2398
halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi.
• 0062852****5541
bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama
Indeks>>
© China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040