Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2003-12-17 15:06:11    
Asean beserta Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan akan terus meningkatkan kerja-sama keuangan dan moneter

cri

Pertemuan Menteri Keuangan ASEAN plus Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan ke-6 atau ?10+3? diselenggarakan di Manila kemarin. Dalam Pertemuan selama satu hari tersebut, Menteri Keuangan berbagai negara telah membahas situasi ekonomi global dan regional, kerja-sama di bidang keuangan dan moneter serta masalah tentang pengembangan pasar sekuritas Asia dengan mencapai pengertian bersama yang luas . Para Menteri peserta pertemuan itu dengan bulat menyatakan akan terus meningkatkan kerja-sama keuangan dan moneter dalam kerangka 10 plus 3, agar mencapai tujuan bersatu dan memperkuat diri.

Tentang situasi ekonomi regional dewasa ini, para Menteri Keuangan berpendapat, di bawah dorongan faktor pemulihan permintaan dalam negeri dan peningkatan ekspor di beberapa negara Asia , ekonomi di kawasan itu meningkat pesat tahun 2002, pada triwulan pertama tahun ini, juga dipelihara momentum pertumbuhan yang relatif baik. Para Menteri Keuangan menyatakan yakin benar, kebijakan mata uang dan keuangan yang longgar akan memulihkan perkembangan ekonomi yang dipengaruhi oleh epidemi SARS. Para Menteri Keuangan mengharapkan berbagai negara di kawasan itu berupaya merangsang permintaan dalam negerinya, dengan teguh tak tergoyangkan melakukan restrukturisasi, mendorong kemudahan perdagangan dan investasi di kawasan itu, sementara itu, juga waspada, bahwa dalam perkembangan ekonomi global dewasa ini tetap terdapat beberapa risiko dan faktor ketidak-pastian, agar ekonomi Asia mengatasi pengaruh yang tidak menguntungkan dari lingkungan ekstern, dan memelihara momentum perkembangan yang baik .

Tentang peningkatan kerja-sama keuangan dan moneter regional, para Menteri Keuangan berpendapat, seiring dengan dipermajunya lebih lanjut pengintegrasian ekonomi dan moneter global, arus modal internasional meningkat dengan tidak ada taranya, berbagai negara di kawasan itu seharusnya mencegah bersama dampak arus modal internasional , dan memelihara keamanan ekonomi dan moneter di kawasan itu. Kini, titik berat kerja-sama antara berbagai negara peserta pertemuan itu ialah harus terus mendorong dan menyempurnakan Gagasan Chiang Mai tentang pembinaan mekanisme tukar mata uang regional, memberikan sokongan kepada negara yang mengalami masalah neraca pembayaran internasional dalam jangka pendek dan memerlukan modal beredar dalam jangka pendek, agar meningkatkan kestabilan moneter di kawasan itu. Selain itu, berbagai negara juga hendaknya meningkatkan lebih lanjut kerja-sama dalam pengawasan dan pengendalian arus modal, mekanisme peringatan dini awal serta evaluasi ekonomi dan dialog politik .

Sementara itu, para Menteri Keuangan juga telah membahas beberapa masalah terkait tentang pengembangan pasar sekuritas Asia. Para Menteri Keuangan dengan bulat berpendapat, walaupun kawasan itu mempunyai cadangan devisa dalam jumlah besar, tapi sumber devisa tersebut telah mengalir dalam jumlah besar ke pasar sekuritas Barat yang maju . Oleh karena itu, hendaknya secepatnya membangun pasar sekuritas Asia yang maju dan sempurna, mengerahkan sepenuhnya modal di kawasan itu untuk dimanfaatkan dalam pembangunan ekonomi di kawasan itu, agar membantu mencegah risiko moneter, dan mendorong integrasi ekonomi dan kemakmuran bersama di Asia.

Menurut opini umum di Asia Tenggara, hasil yang dicapai oleh Pertemuan Asean plus Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan serta Pertemuan Menteri Keuangan ASEAN yang baru berakhir menunjukkan, kerja-sama di Asia Timur di bidang keuangan dan moneter sedang berkembang dengan mantap, dan semakin matang. Hal itu tak pelak lagi mempunyai arti yang sangat penting untuk meningkatkan daya kohesi Asia, meningkatkan kemampuan kawasan itu untuk mencegah bersama risiko serta menghadapi tantangan global.