Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2003-12-17 15:07:43    
Pertemuan Khusus Menteri Pariwisata ASEAN dengan Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan dibuka di Beijing kemarin

cri

Pertemuan Khusus Menteri Pariwisata ASEAN dengan Tiongkok , Jepang dan Korea Selatan dibuka di Beijing kemarin kuntuk memusyawarahkan bersama pemulihan kembali industri pariwisata di kawasan itu.

Wakil Perdana Menteri Tiongkok Wu Yi dalam sambutannya di depan pertemuan itu mengatakan, industri pariwisata menempati posisi penting dalam ekonomi berbagai negara tersebut.Dalam melawan epidemi SARS, tiongkok bekerja-sama erat dengan ASEAN serta negara-negara lainnya Asia dan telah dengan efektif melakukan kerja-sama internasional.

Pertemuan itu meluluskan Deklarasi Beijing dimana negara-negara itu berjanji akan aktif mnemulihkan pariwisawa llintas kawasan, dan menyederhanakan prosedor visa dalam rangka memberikan kemudahan yang paling besar untuk mengembangkan pariwisata di kawasan ini dan lintas kawasan itu.

Pernyataan Tentang Peristiwa Peledakan Jakarta yang diluluskan seusai pertemuan itu mengutuk keras tindakan teroris anti kemanusiaan, serta kejahatan yang dibuat dengan ditujukan pada agama manapun. Pernyataan itu menyatakan belasungkawa yang mendalam kepada segala korban, dan menyatakan simpati kepada keluarga korban itu. Sementara itu, pernyataan itu menyatakan sokongan yang tegas pada langkah apapun pemerintah Indonesia untuk menggempur kejahatan internasional dan serangan teroris. Pernyataan itu menghimbau masyarakat internasional menghindari terjadinya lagi peringatan resiko perjalanan yang tidak membedakannya, karena langkah tersebut sama juga akan mencapai tujuan yang ingin dicapai oleh penyerang teror.