|
 Konferensi Menteri Ekonomi Asia-Eropa Ke-5 dibuka di kota Dalian, Tiongkok timur laut hari ini. Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Wu Yi dalam pidatonya di depan upacara pembukaan mengatakan, Asia dan Eropa memiliki sumber daya alam yang melimpah, kekuatan ilmu dan teknologi yang kuat dan pasar yang sangat besar. Kerja sama kedua pihak di bidang ekonomi mempunyai prospek yang luas. Tiongkok akan terus melaksanakan kebijakan reformasi dan keterbukaan terhadap dunia luar dan mendorong kerja sama menyeluruh antara negara-negara Asia dan Eropa untuk menciptakan masa depan yang makmur.
Konferensi Menteri Ekonomi Asia-Eropa adalah forum menteri yang mengkoordinasi dan membimbing kerja sama ekonomi dan dagang antara Asia dan Eropa, juga merupakan isi penting Konferensi Asia-Eropa dalam kerja sama di bidang ekonomi. Upacara pembukaan konferensi hari ini dihadiri pejabat ekonomi senior, pengusaha dan pakar ekonomi para anggota Konferensi Asia-Eropa antara lain Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, 7 anggota Asean, 15 anggota Uni Eropa dan Komisi Uni Eropa sebanyak 300 orang.
Wakil Perdana Menteri Wu Yi dalam kata sambutannya mengatakan, kerja sama ekonomi adalah dasar dan pilar kerja sama Asia-Eropa. Konferensi Asia-Eropa mempunyai 25 anggota dengan jumlah penduduk 2,3 miliar, dan Produk Domestik Brutonya menempati 50% PDB dunia. Para anggota dapat saling melengkapi di bidang ekonomi. Dalam situasi globalisasi ekonomi dunia dan pengintegrasian ekonomi regional berkembang pesat seperti sekarang ini, memperdalam kerja sama Asia-Eropa di bidang ekonomi dan dagang dan mengembangkan keunggulan komparatif masing-masing mempunyai arti penting untuk mewujudkan kemakmuran dan perkembangan bersama benua Asia dan Eropa.
Dikatakan oleh Wu Yi, ekonomi dunia dewasa ini sedang berada pada tahap penyesuaian kembali dan pemulihan. Namun, perang Irak, wabah Sars, gejolak nilai tukar dolar Amerika, dan peristiwa teror yang terjadi berturut-turut pada masa belakangan ini telah memberikan banyak faktor tidak menentu kepada pemulihan ekonomi global. Wu Yi berharap pertemuan kali ini dapat membahas secara mendalam dan menyeluruh masalah-masalah penting yang dihadapi ekonomi dunia dewasa ini dan kerja sama Asia-Eropa, mengajukan cara yang praktis dan menegaskan titik berat dan arah kerja sama Asia-Eropa untuk mendorong kerja sama itu ke tahap perkembangan yang baru.
Menyinggung pemulihan dengan cepat dan perkembangan ekonomi Tiongkok setelah berhasil mengendalikan wabah Sars, Wu Yi mengatakan, dengan terkendalinya wabah Sars, kegitan ekonomi di sektor yang terpengaruh serius wabah itu sudah mulai pulih kembali. Dampak wabah Sars terhadap ekonomi Tiongkok adalah terbatas dan untuk sementara. Dampak itu tidak mengubah pola keseluruhan pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Ditinjau dari situasi dewasa ini, ekonomi Tiongkok tahun ini akan tetap tumbuh dengan mantap. Target pertumbuhan Produk Domestik Bruto 7% yang diperkirakan awal tahun ini pasti dapat dicapai.
Wu Yi menyatakan, pemerintah baru Tiongkok akan tetap menjalankan kebijakan reformasi dan tebuka terhadap dunia luar, dengan sungguh-sungguh terus melaksanakan komitmennya untuk menjadi anggota WTO dan dengan aktif mendorong maju kerja sama dengan semua negara secara menyeluruh di berbagai bidang dan pada level lebih dalam.
Di depan upacara pembukaan konferensi itu, anggota Komite Perdagangan Komisi Uni Eropa, Pascal Lamy mengatakan, konferensi kali ini diselenggarakan menjelang pembukaan Konferensi Menteri di Cancun dari putaran baru perundingan Organisasi Perdagangan Dunia WTO. Ini adalah pertemuan antara negara-negara berkembang dan negara-negara industri maju, juga pertemuan yang representatif dari dua kawasan di dunia ini. Konferensi tahun ini mempunyai arti penting, karena dengan kesempatan ini kita bisa membahas masalah bagaimana menyukseskan Konferensi Cancun, dan dengan terselenggaranya pertemuan ini menyampaikan pesan penting kepada mitra kita bahwa suatu sistem perdagangan internasional yang adil dan berkelanjutan bermanfaat bagi semua. Demikian kata Pascal Lamy.
|