|
Perdana Menteri Palestina Ahmed Qurei yang tengah berkunjung di Irlandia kemarin di Dublin menyerukan Uni Eropa, PBB, Rusia dan Amerika Serikat, 4 pihak terkait dalam masalah Timur Tengah mengadakan sidang darurat untuk menghentikan pembangunan pagar pemisah oleh Israel di tepi barat Sungai Yordan dan membantu memulihkan rencana "Peta Jalan" perdamaian Timur Tengah.
Seusai pembicaraan dengan Perdana Menteri Irlandia Bertie Ahern, Qurei dalam jumpa pers mengatakan, pihak Palestina tidak akan berpendapat tentangan apabila Israel hanya membangun pagar pemisah di wilayah Israel yang digariskan pada tahun 1967. Akan tetapi pihak Palestina sekali-kali tidak mengijinkan pagar pemisah Israel itu dibangun dengan menduduki wilayah Palestina sejengkal pun.
Qurei menekankan, 4 pihak terkait mengenai masalah Timur Tengah hendaknya sedini mungkin mengambil tindakan untuk mendorong berbagai pihak bentrokan kembali ke meja perundingan perdamaian. Ia menyatakan pula, pihak Palestina berharap dapat mengikat persetujuan terkait mengenai perdamaian Timur Tengah melalui perundingan serius dengan Israel.
Sementara itu, Yasser Abed Rabbo, mantan Menteri Kabinet sekaligus pembantu Ketua Badan Otoritas Nasional Palestina Arafat mengatakan, apabila Israel berkepala batu menjalankan rencana " aksi sepihak", maka Badan Otoritas Nasional Palestina akan mengumumkan pembentukan negara Palestina yang mencakup tepi barat Sungai Yordan, jalur Gaza dan dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
|