|
Perdana Menteri Palestina Ahmed Qureia kemarin mengatakan, badan otoritas nasional Palestina bersedia segera mengadakan perundingan dengan Israel mengenai masalah status final Palestina.
Qureia kemarin mengatakan di depan sidang kabinet Palestina di Ramallah bahwa ia sendiri bersedia mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon untuk menjajaki cara pemulihan perundingan.
Qureia mengatakan, Israel menyatakan tidak mempunyai mitra dialog dari pihak Palestina. Tuduhan ini tidak saja tidak sesai dengan kenyataan juga tidak dapat diterima. Palestina dengan tulus berharap dapat mencapai persetujuan perdamaian dengan Israel di atas dasar hukum internasional dan reolusi yang bersangkutan.
Kemarin, Sharon menyatakan telah memutuskan untuk menunda pengumuman pernyataan tentang konsep amendemen rencana aksi unilateral di parlemen. Radio pihak militer Israel mengatakan, Sharon akan mengumumkan pernyataan itu minggu depan.
|