Komite penghitung suara bersama Filipina kemarin mengumumkan hasil penghitungan suara pemilihan umum di negeri itu bahwa jumlah suara yang diperoleh Presiden sekarang ini Gloria Macapagal Arroyo menduduki urutan pertama dan Arroyo akan kembali memangku jabatan presiden. Analis berpendapat, kemenangan Arroyo akan menguntungkan kestabilan sosial dan perkembangan kontinu ekonomi di negeri itu.
Pemilihan umum Filipina berlangsung pada tanggal 10 Mei yang lalu. Melalui penghitungan suara selama 1 bulan lebih, komite penghitung suara bersama yang terdiri dari 22 anggota Senat dan Dewan Perwakilan Filipina kemarin telah menyelesaikan penghitungan suara. Presiden sekarang ini Arroyo memperoleh 12,9 juta suara, lebih banyak 1,12 juta suara daripada yang diperoleh lawan utamanya Fernando Poe, bintang film terkenal di negeri itu. Sementara itu, mitra kampanye pemilihan Arroyo, senator De Castro juga memperoleh suara paling banyak di antara para calon wakil presiden. Menurut Undang-undang Filipina, komite tersebut akan menyerahkan laporan penghitungan suara kepada Kongres dan Kongres yang mengumumkan secara resmi pemenang pemilu kali ini.
Analis berpendapat, terpilihnya kembali Arroyo dalam pemilihan presiden disebabkan oleh beberaba faktor, pertama latar belakang pendidikannya yang baik dan pengalamannya yang kaya dalam dunia politik . Arroyo sebagai ahli ekonomi menyandang gelar doktor ilmu ekonomi. Ia juga pernah memangku jabatan dalam pemerintah dan mengajukan banyak rancangan undang-undang yang sangat bervisi. Selama memegang kekuasaan, ia di satu pihak berupaya mengembangkan ekonomi dan menanggulangi kemiskinan, di lain pihak mengambil tindakan tegas untuk menindak berbagai kegiatan kriminal termasuk penculikan. Langkah-langkah itu telah memperbaiki situasi keamanan di Filipina, ekonomi pun memasuki orbit perkembangan yang sehat. Maka, terpilihnya kembali Arroyo menguntungkan negara tersebut untuk memelihara kestabilan politik dan perkembangan ekonomi yang berkelanjutan.
Kedua, terpilihnya kembali Arroyo juga menguntungkan untuk memelihara kesinambungan kebijakan pemerintah dan memperteguh keyakinan para investor. Berhubung proses pemilihan umum di Filipina agak panjang, maka sejumlah investor, terutama investor asing mengambil sikap melihat dan menunggu perkembangan situasi sehingga pada batas-batas tertentu mempengaruhi jumlah modal asing yang diserap Filipina. Berita tentang terpilih kembalinya Arroyo tak pelak akan membuat para investor merasa lega untuk menanam modal di Filipina.
Opini menunjukkan, setelah kembali terpilih, Arroyo sudah tentu akan menghadapi tantangan dan masalah-masalah sulit, antara lain sejak pemilu dimulai tanggal 15 Desember tahun lalu, di seluruh negeri tercatat lebih 100 orang tewas dan ratusan orang cedera dalam peristiwa kekerasan yang berkaitan dengan pemilu. Terjadinya peristiwa-peristiwa kekerasan tersebut menunjukkan masih adanya bahaya laten dalam keamanan di negara itu. Selain itu, bagaimana menangani kontradiksi antara pemerintah dengan partai oposisi serta menghadapi kekuatan bersenjata anti pemerintah secara efektif, juga perlu diselesaikan oleh Presiden Arroyo setapak demi setapak.