|
Pertemuan Menteri Perhubungan ASEAN Ke-10 diselenggarakan di Phnom Penh, ibukota Kamboja kemarin. Pertemuan tersebut secara mendalam membahas masalah-masalah bagaimana mendorong pengintegrasian transportasi di atas air, darat dan udara ASEAN, dan memberikan perhatian khusus kepada masalah keamanan jalan.
Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen dalam sambutannya di depan pertemuan tersebut menandaskan, mengembangkan transportasi mempunyai arti yang sangat penting untuk mendorong kemajuan dan kemakmuran berbagai negara ASEAN. Hun Sen mengatakan, ASEAN sebelum tahun 2020 akan merealisasi kerja sama yang menyeluruh di bidang politik,keamanan, ekonomi, sosial dan kebudayaan. Pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN akan menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi komoditi yang tunggal, sangat meningkatkan daya saing ASEAN, dan dengan cepat memperkecil kesenjangan pembangunan antar negara-negara ASEAN. Untuk mencapai tujuan tersebut, ASEAN harus secara terlebih dulu mempercepat langkah pembangunan transportasi, agar mendorong pengaliran bebas komoditi, jasa, investasi , tenaga manusia dan modal antar berbagai negara.
Hun Sen menandaskan, meningkatkan kerja sama dengan Asia Timurlaut, Asia Timur dan Asia Selatan mempunyai arti penting bagi lepas landas ASEAN. Oleh karena itu, di antara ASEAN dan negara-negara di kawasan tersebut termasuk Tiongkok, Jepang, Korea Selatan dan India harus dibentuk jaringan transportasi laut, darat dan udara yang multi arah.
Pertemuan selama satu hari kali ini telah meluluskan Deklarasi Menteri Keamanan Jalan ASEAN dan Strategi dan Rencana Aksi Keamanan Jalan ASEAN Tahun 2005?2010. Pertetmuan setuju membentuk sebuah tim kerja yang terdiri atas banyak lembaga, untuk menyelaraskan pelaksanaan rencana aksi keamanan jalan negara dan kawasan. Selain itu, pertemuan juga menandatangani rancangan persetujuan untuk melaksanakan jasa pengangkutan udara ke-4 .
Pertemuan tersebut memutuskan, bahwa Pertemuan Menteri Perhubungan ASEAN Ke-ll akan diselenggarakan di Laos tahun 2005.
|