Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2005-01-27 10:52:22    
Hubungan Senasib Sepenanggungan Tiongkok Dan ASEAN

cri

Krisis moneter Asia yang melanda dunia pada tahun 1997 masih segar dalam ingatan publik. Pada saat Asia Tenggara terperosok ke dalam kesulitan, seluruh dunia menfokuskan pandangannya kepada Tiongkok yang dekat dengan Asia Tenggara. Kala itu sedikit saja perubahan kurs Yuan mata uang Tiongkok akan dapat menggoyakkan ekonomi Asia Timur secara keseluruhan bahkan negara-negara di kawasan yang lebih jauh, dan bagi ekonomi Asia Tenggara akan berakibat lebih parah lagi.

Tiongkok tidak mendevaluasi mata uangnya demi memelihara ekspornya, sebaliknya berupaya sedapat mungkin membantu Asia Tenggara. Hanya setengah tahun setelah tesrjadinya krisis moneter tersebut, Tiongkok segera menandatangani pernyataan bersama dengan Asean mengenai pembinaan hubungan mitra rukum tetangga dan saling percaya yang berorientasi abad ke-21, sementara dengan tegas menyatakan, Tiongkok selama-lamanya adalah tetangga baik, sahabat baik dan mitra baik Asia Tenggara. Dari tindakan-tindakan Tiongkok itu negara-negara ASEAN benar-benar menyadari bahwa Tiongkok adalah mitra yang senaib dan sepenanggungan .

Dalam beberapa tahun setelah terjadinya krisis tersebut, meskipun Asia Tenggara berupaya terus untuk memperkuat diri, dan mewujudkan pemulihan pada tahun 2000, namun jalan pemulihan ekonomi mereka tidaklah mulus, ekspor ASEAN selalu berada dalam kemacetan, dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan Tiongkok sekitar 7sampai 8%, tingkat pertumbuhan lima negara utama ASEAN yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia dan Filipina pada tahun 2002 hanya 2 sampai 5%, sulit untuk mencapai lagi peningkatan pesat 6 sampai 7% seperti sebelum terjadinya krisis moneter. Dan ekonomi Asia Tenggara yang masih lemah itu sangat mudah terpengaruh oleh sedikit saja perubahan ekonomi dunia. Meskipun zona perdagangan bebas ASEAN yang bertujuan meningkatkan kerjasama regional telah mulai beroperasi, namun masih terlihat lemah karena terbatasnya agregat ekonomi, sedangkan ekonomi Tiongkok tetap memelihara peningkatan pesat yang berkelanjutan , dan agregat ekonominya melonjak menempati urutan ke-6 di dunia.

Oleh karena itu, Asia Tenggara memanfaatkan peluang tersebut untuk mencapai kemakmuran seiring dengan kemakmuran Tiongkok, dan Tiongkok juga memanfaatkan peluang tersebut lebih lanjut mempercepat perluasan dan keterbukaannya, berkembang dalam pengintegrasiaan ekonomi regional, bermitra dan berukun dengan negara-negara tetangga, bergandengan tangan dengan Asia Tenggara untuk mencapai perkembangan bersama. Kedua pihak pada umumnya berpendapat, pembentukan zona perdagangan bebas Tiongkok-ASEAN akan memungkinkan Tiongkok dan sepuluh negara anggota ASEAN menyesuaikan kembali struktur ekonomi di bidang yang lebih luas untuk mengatur kembali sumber daya, memperkuat keunggulan sehingga pengintegrasian ekonomi satu sama lain sangat ditingkatkan dan hubungan ekonomi lebih erat, dan dapat benar-benar memanfaatkan bersama peluang bisnis.

Di segi geografi, Tiongkok dan Asia Tenggara bertetangga dekat yang bertalian erat;dalam politik internaisonal, Tiongkok dan Asia Tenggara mempunyai banyak kesepahaman dan bahasa yang sama; dalam ekonomi internaisoanl, Tiongkok dan Asia Tenggara saling membutuhkan dan saling mempengaruhi . Hubungan tersebut membuat kedua pihak sangat membutuhkan pembinaan hubungan yang lebih erat.