Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2005-01-27 11:42:06    
Arus FTA

cri

Organisasi Perdagangan Dunia WTO sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan warga Tiongkok sekarang ini, Tiongkok sedang menghadapi tantangan dan peluang yang muncul setelah menjadi anggota WTO.

Namun dengan menjadi anggota WTO tidak berarti langsung beresnya segala masalah, karena WTO sendiri masalah memiliki sejumlah kekurangan. Misalnya dalam pengeritan yang terakhir dicapai dalam perundingan putaran Uruguai masih tidak tercantum pasal tentang kebijakan persaingan dan standar buruh. Maka ketika terjadi persengketaan di kedua bidang itu akan sulit diambil keputusan yang adil berdasarkan hukum.

Karena itu keunggulan FTA akan terlihat jelas. Banyak negara berpendapat bahwa dewasa ini perundingan multilateral sulit mencapai kemajuan, dan berturut-turut mencurahkan lebih besar perhatian besar kepada FTA. Di antara berbagai FTA di dunia sekarang ini , yang berskala ekonomi paling besar, beranggota negara industri paling banyak serta menempati porsi paling besar dalam perdagangan dunia adalah Zona Perdagangan Bebas Amerika Utara NAFTA dan Uni Eropa EU. Tidak hanya demikian , suatu rencana untuk memperluas NAFTA menjadi FTA yang mencakup seluruh kawasan benua Amerika sudah mulai dihidupkan , perluasan Uni Eropa ke Timur juga sedang diintensifkan .

Sekretaris Jenderal WTO Supachai Panitchpakdi pernah menyatakan dalam laporan tahunan yang dibuat pada tanggal 16 Desember tahun lalu, menurut statistik WTO, pada tahun 2004 tercatat 206 persetujuan perdagangan regional yang dicapai termasuk FTA, Persetujuan perdagangan jasa, selain itu masih terdapat 30 persetujuan sedang siap diberlakukan, sekitar 60 persetujuan sedang dalam perundingan, diperkirakan tahun 2005 akan terdapat 300 persetujuan.

Menjelang masuknya Tiongkok ke WTO, pemimpin Tiongkok sudah dengan jelas menyadari ,bahwa WTO bukanlah kunci serba guna. Menghadapi gelombang perkembangan globalisasi ekonomi dan pengintegrasian ekonomi regional , Tiongkok tidak hanya ingin menjadi anggota keluarga besar WTO, juga akan memainkan peran dalam pengintegrasian ekonomi di kawasannya. Dalam suatu masa cukup panjang selanjutnya, globalisasi ekonomi dan pengintegrasian ekonomi regional akan menjadi factor dominan dan arus penting yang mempengaruhi perubahan pola ekonomi dunia.