Perkenalan tentang CRISiaran Bahasa Indonesia
China Radio International
Berita Tentang TK
Berita Internasional
Fokus Ekonomi TK
Kehidupan Sosial
Olahraga
Serba-serbi

KTT ASEAN

Kunjungan Hu Jintao Ke Lima Negara Asia dan Afrika

Kunjungan Jurnalis CRI ke Guangdong

Hu Jintao Hadiri KTT G-20 dan APEC serta Lawat ke 4 Negara

Olimpiade Beijing Tahun 2008
Indeks>>
(GMT+08:00) 2005-04-12 13:15:16    
Berorientasi Masa Depan: Bekerja Sama Baru Capai Kemenangan Bersama (1)

cri

Dapat dikatakan, pembangunan Kawasan Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN ( CAFTA) sejak diprakarsai sampai disepakati, lajunya sangat cepat dan mengagumkan. Ditandatanganinya persetujuan merupakan permulaan yang baik, tapi ini hanya permulaan, pelaksanaan persetujuan dan pendorongan pembangunan CAFTA merupakan proyek yang sangat besar. CAFTA adalah kawasan perdagangan bebas pertama yang dibangun oleh Tiongkok dan ASEAN dengan eksternnya, ciptaan baru berarti terdapat banyak masalah baru yang perlu dijajaki dan diselesaikan. Di bawah situasi baru, kita perlu meningkatkan kerja sama, membuka bidang kerja sama, memadatkan makna kerja sama, meningkatkan lapisan kerja sama, dan menyempurnakan model kerja sama. Dengan demikian, kita baru dapat dengan lebih efektif menghadapi tantangan, dan mewujudkan perkembangan bersama.

CAFTA: Kerja sama dalam pengertian, berkembang dalam saling menguntungkan.

1. Dalam pembangunan CAFTA, pengertian adalah dasar, dan saling menguntungkan adalah tenaga penggerak.

CAFTA mengembangkan hubungan ekonomi begitu erat yang tidak ada taranya dalam sejarah antara Tiongkok dan ASEAN, melalui keterbukaan pasar, pembauran ekonomi satu sama lain dan keandalan ekonomi semakin erat, sehingga kepentingan ekonomi bersama menonjol dengan nyata. Kita bersamaan juga harus menghadapi kenyataan, yaitu perbedaan sistem ekonomi, kepercayaan agama dan kebudayaan, taraf perkembangan ekonomi di 11 negara dalam CAFTA, bagaimana mengadakan kerja sama dalam realitas itu ? Dapat dikatakan, pembangunan CAFTA telah mencantumkan pengertian satu sama lain dan saling menguntungkan ke dalam agenda sehari-hari. Pengertian dan saling menguntungkan mempengaruhi bahkan menetapkan pembangunan CAFTA dan diwujudkannya target yang diharapkan.

Kita menyadari dengan jelas, pembangunan kawasan perdagangan bebas yang maha besar dan dapat disebut sebagai ekonomi ketiga besar mendatang di dunia itu mempunyai kompleksitas dan urgensi. Kita sedang menghadapi serentetan keadaan baru, masalah baru dan perubahan baru di dalam dan luar CAFTA. Mengenai hal itu, khususnya menuntut Tiongkok dan ASEAN menambahkan kepercayaan dan pertukaran untuk menggalakkan keyakinan kerja sama, bersama menyelesaikan permasalahan dalam kerja sama, berupaya meningkatkan efisiensi kerja sama, mencapai sasaran saling menguntungkan dan menang bersama.

2. Tahap awal pembangunan CAFTA, pengertian dan saling menguntungkan mencapai kemajuan.

Menghadapi keanekaragaman dalam CAFTA, pemimpin 11 negara tidak mengangapnya sebagai rintangan, bertolak dari kebutuhan realistis pengembangan ekonomi dan target jangka panjang, menetapkan kebijakan strategis penting pembangunan CAFTA. Kita dapat menyaksikan, pemerintah Tiongkok mengajukan dan melaksanakan kebijakan luar negeri bersahabat dan bermitra dengan negara tetangga; dalam hubungan perdagangan antara Tiongkok-ASEAN, defisit neraca perdagangan Tiongkok tercatat 16,8 miliar dolar AS pada tahun 2003; di bidang investasi di luar negeri, pemerintah Tiongkok akan menjadikan negara-negara ASEAN sebagai daerah titik berat perusahaan Tiongkok menuju luar. Bulan September tahun 2004, negara-negara ASEAN dengan bulat mengakui status ekonomi pasar penuh Tiongkok, dan ini telah meratakan jalan bagi perundingan perdagangan komoditi CAFTA. Kesemua itu justru adalah manifestasi positif saling pengertian dan pendorongan saling menguntungkan.